Pemain Fenerbache merayakan kemenangan atas Liverpool. (Foto: AFP/Yasin Akgul)
Pemain Fenerbache merayakan kemenangan atas Liverpool. (Foto: AFP/Yasin Akgul)

Liverpool Kena Comeback, Tiga Gol Bola Mati Jadi Petaka

Alfa Mandalika • 05 November 2026 08:23
Ringkasnya gini..
  • Liverpool harus menelan kekalahan menyakitkan setelah takluk dari Fenerbahce dalam laga yang berlangsung dramatis. Sempat dua kali unggul, The Reds justru gagal mempertahankan keunggulan dan kebobolan tiga gol yang seluruhnya berawal dari situasi bola mati.
  • Pelatih Liverpool Andoni Iraola mengakui buruknya pertahanan dalam mengantisipasi bola mati menjadi penyebab utama kekalahan timnya. Ia menyoroti tiga gol Fenerbahce yang tercipta melalui tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam jarak jauh.
  • Dalam pertandingan tersebut, Trey Nyoni lebih dahulu membawa Liverpool unggul. Namun, Fenerbahce mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Mason Greenwood yang berubah arah setelah mengenai Jeremy Jacquet sehingga mengecoh kiper Alisson Becker.
Istanbul: Liverpool harus menelan kekalahan menyakitkan setelah takluk dari Fenerbahce dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027 yang berlangsung dramatis. Sempat dua kali unggul, The Reds justru gagal mempertahankan keunggulan dan kebobolan tiga gol yang seluruhnya berawal dari situasi bola mati.

Pelatih Liverpool Andoni Iraola mengakui buruknya pertahanan dalam mengantisipasi bola mati menjadi penyebab utama kekalahan timnya. Ia menyoroti tiga gol Fenerbahce yang tercipta melalui tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam jarak jauh.

Dalam pertandingan tersebut, Trey Nyoni lebih dahulu membawa Liverpool unggul. Namun, Fenerbahce mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Mason Greenwood yang berubah arah setelah mengenai Jeremy Jacquet sehingga mengecoh kiper Alisson Becker.

Liverpool kembali memimpin setelah pemain pengganti Alexander Isak mencetak gol melalui sentuhan pertamanya di lapangan. Akan tetapi, keunggulan itu tidak bertahan lama.

Fenerbahce yang sebelumnya belum meraih kemenangan di kompetisi tersebut justru bangkit. Archie Brown dan Vedat Muriqi mencetak dua gol dalam rentang enam menit untuk membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan tim tuan rumah.

Iraola menilai Liverpool sebenarnya memiliki sejumlah momen bagus dan mampu mengendalikan permainan. Namun, kesalahan dalam mengantisipasi bola mati membuat usaha timnya berakhir sia-sia.

“Alasan utama yang bisa saya temukan mengapa kami kalah dalam pertandingan ini adalah karena kami kebobolan dari tiga situasi bola mati,” kata Iraola.

Ia mengakui Fenerbahce memiliki kekuatan dalam situasi tersebut. Liverpool, menurutnya, gagal mengantisipasi tendangan bebas, sepak pojok, hingga lemparan ke dalam jarak jauh.
 
“Kami tahu itu merupakan salah satu kekuatan Fenerbahce. Kami kebobolan dari tendangan bebas, sepak pojok, bahkan lemparan ke dalam jarak jauh pada akhir pertandingan,” ujarnya.

Iraola juga menyayangkan Liverpool dua kali mampu unggul setelah menciptakan sejumlah peluang dan mengendalikan pertandingan. Namun, pertahanan yang kurang solid membuat keunggulan tersebut tidak bisa dipertahankan.

“Gol-gol itu menyakitkan karena kami dua kali unggul setelah melalui momen-momen bagus, mengendalikan permainan, dan mampu mencetak gol. Namun, setelah itu kami kebobolan dalam situasi yang seharusnya bisa kami pertahankan dengan lebih baik,” tutur Iraola.

Secara khusus, Iraola menyoroti gol pertama dan ketiga Fenerbahce. Ia menilai Liverpool tidak menata pagar pemain dengan baik saat menghadapi tendangan bebas Greenwood. Sementara itu, gol Muriqi menunjukkan lemahnya antisipasi para pemain belakang dalam duel perebutan bola.

“Terutama gol pertama dan ketiga. Untuk gol kedua, itu terjadi dari bola muntah. Namun, pada gol pertama, saya rasa kami tidak mengatur pagar pemain dengan benar. Pada gol terakhir, Muriqi memenangi bola melawan tiga pemain bertahan. Itu jelas sesuatu yang harus kami perbaiki,” tegasnya.

Kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Iraola. Liverpool harus segera membenahi koordinasi pertahanan, terutama saat menghadapi situasi bola mati, agar kesalahan serupa tidak kembali merugikan tim.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan