Seperti dilansir laman resmi UEFA, format baru tersebut memiliki dua perbedaan paling mendasar dengan bentuk Liga Champions sekarang, yakni bakal ada penambahan empat peserta dan dihapuskannya format pembagian grup.
Format baru yang lebih dikenal sebagai Swiss Model itu menyebutkan, setiap tim akan memainkan empat pertandingan lebih banyak dibandingkan dengan format penyisihan grup reguler. Kemudian, 36 tim pesertanya bakal memainkan liga tunggal.
Nantinya, tiap tim tidak lagi memainkan laga kandang-tandang dalam fase penyisihan. Format itu diganti dengan tampil melawan 10 tim berbeda yang separuhnya bermain di kandang dan sisanya laga tandang.
Setelah tampil 10 kali, delapan tim peringkat teratas akan otomatis lolos ke babak 16 besar, sedangkan tim peringkat kesembilan sampai ke-24 akan memasuki putaran playoff untuk menentukan delapan tim 16 besar lainnya.
Tim peringkat ke-25 hingga juru kunci akan tersingkir dan tidak ada jatah beralih ke Liga Europa. Tapi untuk babak 16 besar hingga final, formatnya masih sama seperti sekarang.
UEFA menyatakan format liga tunggal dengan aturan di atas juga akan diberlakukan secara berkala untuk Liga Europa serta Liga Conference (kompetisi kasta ketiga Eropa) yang rencananya mulai bergulir pada musim 2021--2022.
UEFA menegaskan, pembagian jatah tiket Liga Champions dalam format baru akan tetap didasari atas pencapaian klub di liga domestik dengan sejumlah kriteria.
Jatah tambahan peserta pertama akan diberikan kepada liga/negara yang berada di peringkat kelima klasemen koefisien UEFA.
Jatah kedua, diberikan kepada juara liga domestik dengan nilai koefisien klub tertinggi di antara juara-juara lokal yang tidak mendapat tiket putaran final Liga Champions.
Jatah ketiga dan keempat, diberikan kepada dua klub yang punya nilai koefisiensi tertinggi yang gagal meraih tiket Liga Champions, tetapi memperoleh tiket Liga Europa atau Liga Conference. (ANT)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News