Pelatih Napoli, Max Allegri (AFP/Patricia De Melo Moreira)
Pelatih Napoli, Max Allegri (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Napoli

Allegri Ungkap Penyebab Kehancuran Napoli di Markas Porto

Gregorius Gelino • 05 November 2026 14:19
Ringkasnya gini..
  • Partenopei tampil menjanjikan hingga menit ke-70, tetapi akhirnya kehilangan kendali permainan dan harus menelan kekalahan telak.
  • Max Allegri menilai kelelahan pemain membuat strategi pressing tidak efektif. Napoli juga melakukan kesalahan fatal dalam mengantisipasi bola mati.
  • Sang pelatih masih mencari keseimbangan taktik agar Napoli mampu menjaga intensitas dan konsistensi permainan selama 90 menit.
Porto: Napoli terkapar di markas FC Porto ketika kedua tim bertemu pada pekan ke-4 fase liga Liga Champions yang dihelat Kamis, 5 November, dini hari tadi. Partenopei kalah telak 1-4 dari Dragoes.

Allenatore Napoli, Max Allegri, mengakui bahwa timnya tampil jauh di bawah harapan. Selain melakukan kesalahan dalam mengantisipasi skema bola mati Porto, para pemain Napoli juga memiliki stamina terbatas sehingga skema pressing yang disiapkan berhenti menjadi efektif setelah menit ke-70.

"Kami melakukan kesalahan dalam dua situasi bola mati. Menurut saya, tim menunjukkan penampilan yang bagus hingga menit ke-70," ujar Allegri kepada Sky Sport Italia.

"Kami bermain cukup agresif dengan menerapkan penjagaan satu lawan satu. Namun, kemudian kami kebobolan gol kedua akibat bola yang memantul."

Masalah semakin terlihat ketika stamina pemain Napoli mulai terkuras. Mereka terlambat menaikkan garis pertahanan untuk menjebak lawan dalam posisi offside. Situasi tersebut membuat FC Porto lebih leluasa mengeksploitasi celah di lini belakang Partenopei.

Stamina Pemain Jadi Masalah

Selain kesalahan dalam mengantisipasi bola mati, Allegri juga menyoroti persoalan kebugaran skuad Napoli. Menurutnya, intensitas pertandingan Liga Champions yang sangat tinggi membuat para pemain kesulitan mempertahankan performa hingga akhir laga.

Ketika memasuki fase akhir pertandingan, Napoli kehilangan energi untuk menjaga intensitas permainan. Akibatnya, pressing yang sebelumnya cukup efektif mulai melemah dan pertahanan mereka semakin mudah ditembus. "Sayangnya, kesalahan seperti ini bisa terjadi ketika para pemain sudah kelelahan. Tempo pertandingan di Liga Champions sangat tinggi. Pada menit-menit akhir, kami benar-benar kesulitan," jelas Allegri.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa FC Porto sempat dua kali membentur mistar gawang sebelum gol tambahan tercipta. Hal tersebut menjadi gambaran betapa sulitnya Napoli mengendalikan permainan setelah mengalami penurunan fisik.

Masih Mencari Formula Terbaik untuk Napoli

Kekalahan dari FC Porto juga memperlihatkan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan Allegri. Sang allenatore menyadari bahwa Napoli belum menemukan keseimbangan ideal antara bermain agresif dan menjaga efisiensi energi sepanjang pertandingan.

Allegri ingin membangun sistem pressing yang efektif, tetapi tidak membuat para pemain kehabisan tenaga sebelum pertandingan berakhir. Ia mengakui bahwa keterbatasan komposisi skuad menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pendekatan taktiknya.

"Saya tahu keterbatasan yang dimiliki skuad ini. Pada pertandingan pertama melawan Genoa, saya dikritik karena tim tampil buruk di babak pertama. Namun, itu karena kami memang perlu mengendalikan tempo permainan," paparnya.

Menurut Allegri, Napoli belakangan justru mulai menunjukkan perkembangan pada babak pertama. Akan tetapi, peningkatan tersebut belum diikuti konsistensi setelah turun minum.

"Belakangan ini, kami justru mampu tampil baik di babak pertama, tetapi kemudian mengalami penurunan pada babak kedua. Itu terjadi karena skuad yang kami miliki memiliki keterbatasan," tambahnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan