Jonatan Christie (dok. PBSI)
Jonatan Christie (dok. PBSI)

Indonesia Open

Indonesia Open 2026: Jonatan Christie Berambisi Raih Gelar Juara

Gregorius Gelino • 03 Juni 2026 00:40
Ringkasnya gini..
  • Jojo mengalahkan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh dengan skor 21-18 dan 21-15.
  • Jojo bertekad meraih gelar juara di Indonesia Open untuk pertama kalinya.
  • Jojo berusaha fokus dengan diri sendiri dan banyak belajar dari pertandingan sebelumnya.
Jakarta: Jonatan Christie langsung memasang target juara di Indonesia Open 2026 setelah menembus babak kedua. Apalagi, Jonatan belum pernah naik podium juara di Indonesia Open. 

Belum Pernah Juara Indonesia Open

Hal ini disampaikan Jonatan dalam konferensi pers yang berlangsung usai laga babak pertama melawan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh. Jonatan menang straight game, dengan skor 21-18 dan 21-15. 
 
“Seperti pernah saya sampaikan di konferensi pers, Indonesia Open adalah salah satu target terbesar di tahun ini untuk saya pribadi. Selain karena saya belum pernah juara di Indonesia Open, jadi saya dan tim memutuskan Indonesia Open adalah salah satu target terbesar kami," kata Jonatan.
 
"Saya ingin melakukan yang terbaik, saya ingin mudah-mudahan bisa meraih gelar juara. Tapi terlepas dari itu, saya ingin fokus untuk match per match dulu," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Open 2026: Adnan/Indah Lolos Dramatis, Unggulan Pertama Menanti

Meski menang dua game langsung di babak pertama, Jonatan mengakui bahwa ia butuh waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan. Jonatan memang sempat tertinggal 10-14 di game pertama. Namun, perlahan tapi pasti, Jonatan kembali mengambil alih kontrol permainan. 

“Tadi sedikit masih adaptasi untuk di awal-awal game. Pasti di setiap turnamen, babak pertama itu pasti enggak mudah karena adaptasi lapangan, kondisi angin, itu juga cukup mempengaruhi. Tapi bisa melewati itu, Puji Tuhan cukup happy saya,” ungkap Jonatan. 

Banyak Belajar

Penyelenggaraan turnamen Indonesia Open 2026 yang berurutan dengan Singapore Open memaksa pemain harus pintar menjaga kondisi. Jonatan harus terhenti di babak pertama setelah dikalahkan Prannoy HS dari India. Kekalahan ini cukup ia sayangkan, namun ia bisa mengambil hikmah dari kekalahan tersebut. 
 
“Saya juga maunya melangkah sejauh mungkin di Singapore Open karena poinnya juga cukup besar, tapi harus berhenti di babak pertama. Jadi ya, akhirnya saya punya waktu untuk recovery lebih dan mempersiapkan diri buat Indonesia Open ini,” ungkap Jonatan.

Fokus dengan Diri Sendiri

Jonatan juga memetik pelajaran pada tiap momen kekalahan dan kemenangan yang dialaminya. Ia menilai bahwa tiap turnamen punya tantangan yang berbeda-beda karena situasi dan kondisi pertandingan juga berbeda. 
 
"Setiap turnamen punya kesulitannya masing-masing. Sekarang kita bisa lihat saja dari tiga turnamen terakhir, shuttlecock itu beda-beda. Semua shuttlecock itu punya ciri khasnya masing-masing, mereka punya feeling touch-nya juga berbeda. Jadi kita enggak bisa bilang ketika di A itu gagal, terus di B dan di C kita melakukan kesimpulan yang sama. Saya rasa itu tidak apple to apple,” jelasnya. 
 
“Karena setiap pertandingan, setiap arena itu punya kesulitannya masing-masing, terus juga ketemu musuhnya juga berbeda-beda. Jadi saya rasa lebih fokus ke diri sendirinya dulu aja sih paling,” tutup Jonatan. 
 
Jonatan akan berjumpa dengan juniornya, Alwi Farhan, pada babak kedua Indonesia Open 2026. Alwi berhasil mengantongi kemenangan atas wakil India, Lakshya Sen, dengan skor 21-19 dan 21-16.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan