Kemenangan ini memastikan Adnan/Indah melangkah ke babak kedua. Namun, tantangan berat sudah menanti karena mereka akan berhadapan dengan unggulan pertama asal Tiongkok, Feng Yan Zhen/Huang Dong Ping.
Sempat Kesulitan Hadapi Permainan Cepat Wakil Prancis
Adnan/Indah tidak langsung menemukan ritme permainan terbaiknya pada gim pertama. Strategi lawan yang memainkan reli cepat dan agresif membuat pasangan Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.
Sepanjang gim pembuka, Adnan/Indah terus tertinggal dalam perolehan poin hingga akhirnya menyerah 14-21.
Situasi belum sepenuhnya membaik pada gim kedua. Meski sempat unggul jauh 19-12, mereka hampir kehilangan momentum setelah Maio/Palermo memangkas ketertinggalan hingga 19-20.
Beruntung, ketenangan Adnan/Indah pada poin-poin kritis mampu mengamankan kemenangan 21-19 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Bangkit di Gim Ketiga, Adnan/Indah Tampil Dominan
Memasuki gim ketiga, Adnan/Indah menunjukkan kualitas sesungguhnya. Permainan mereka menjadi lebih tenang dan terukur, sementara serangan-serangan yang dilancarkan semakin sulit diantisipasi lawan.
Dominasi pasangan Indonesia terlihat jelas setelah mampu menjaga jarak poin sejak awal gim hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 21-11.
"Alhamdulillah bisa menang melewati babak pertama. Dari segi permainan, di game pertama kami merasa kurang tenang dan terlalu terburu-buru. Kami mencoba memperbaikinya di game kedua, lalu di game ketiga bisa bermain lebih tenang lagi," ujar Adnan seusai laga dalam keterangan resmi Tim Media & Humas PBSI, Selasa (2/6/2026).
Indah mengakui pergerakan lawan sempat mengganggu permainan mereka pada awal pertandingan. "Kami terganggu dengan pergerakan lawan. Di game kedua kami lebih mengantisipasi hal itu dan mencoba bermain lebih tenang. Kami juga berusaha memberi bola-bola yang sulit dijangkau lawan," kata Indah.
Kunci Kebangkitan: Saling Dukung saat Tertekan
Menurut Adnan, salah satu faktor penting di balik kemenangan tersebut adalah komunikasi dan dukungan antarpasangan saat berada dalam tekanan.
Ketika kalah pada gim pertama, mereka tidak panik dan terus saling mengingatkan untuk tetap fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan.
"Waktu kalah di game pertama, kami saling support dan saling mengingatkan," ungkap Adnan.
Mentalitas tersebut terbukti menjadi modal penting untuk membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.
Tantangan Berat Menanti di Babak Kedua
Lolos ke babak kedua, Adnan/Indah langsung menghadapi ujian sesungguhnya. Mereka akan berjumpa pasangan unggulan pertama turnamen, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Pertemuan ini menjadi duel perdana bagi kedua pasangan sehingga belum ada catatan head-to-head yang bisa dijadikan acuan.
Meski menghadapi lawan yang jauh lebih diunggulkan, Indah mengaku akan tampil tanpa beban.
"Kalau saya sendiri merasa lebih nothing to lose saja, tapi tetap mengeluarkan kemampuan terbaik. Kalau soal usaha, pasti kami akan berjuang maksimal," ujar Indah.
Senada dengan pasangannya, Adnan menegaskan fokus mereka saat ini adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin.
"Melawan Feng/Huang, kami harus lebih siap lagi. Kami mau fokus step by step dan tampil maksimal di setiap pertandingan," tegasnya.
Indonesia Masih Punya Wakil Lain di Ganda Campuran
Selain Adnan/Indah, tuan rumah masih memiliki beberapa wakil yang berjuang di sektor ganda campuran pada babak pertama Indonesia Open 2026.
Mereka adalah pasangan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.
Keberhasilan mereka akan menjadi tambahan amunisi Indonesia dalam perburuan prestasi di turnamen bulu tangkis paling bergengsi di Tanah Air tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News