Mutiara Ayu Puspitasari (dok. PBSI)
Mutiara Ayu Puspitasari (dok. PBSI)

Korea Open

Korea Open 2026: Kalah di Babak Kedua, Mutiara Petik Pelajaran Penting

Gregorius Gelino • 05 November 2026 12:23
Ringkasnya gini..
  • Mutiara Ayu Puspitasari tersingkir di babak kedua Korea Open 2026 setelah kalah dari unggulan keenam Taiwan, Lin Hsiang Ti.
  • Kurang tenang di poin-poin kritis menjadi kendala utama. Mutiara mengakui tekanan dari pemain top level membuatnya kesulitan menjaga fokus.
  • Korea Open 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Mutiara. Ia menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi.
Yeosu: Perjalanan Mutiara Ayu Puspitasari terhenti pada babak kedua Korea Open 2026 usai dikalahkan unggulan enam asal Taiwan, Lin Hsiang Ti. Mutiara kalah rubber game dengan skor 20-22, 21-19, dan 13-21.

Kurang Tenang di Poin Kritis

Seusai pertandingan, Mutiara mengungkapkan bahwa secara permainan dirinya merasa tampil lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. Namun, ia menyayangkan sejumlah kesempatan yang gagal dimanfaatkan, terutama pada gim pertama.

Menurutnya, kurangnya ketenangan dan keyakinan ketika memasuki poin-poin penting menjadi kendala yang harus segera diperbaiki.

"Hari ini secara permainan cukup baik ya, lebih baik dari hari kemarin. Game pertama memang ada kesempatan tapi saya merasa kurang tenang dan kurang yakin menghadapi poin-poin kritis," ujar Mutiara usai pertandingan.

Pada gim kedua, Mutiara mampu bangkit dan menunjukkan permainan yang lebih solid. Ia berhasil mengamankan kemenangan 21-19 sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Namun, momentum tersebut belum mampu dipertahankan pada gim ketiga. Lin Hsiang Ti tampil lebih dominan dan berhasil mengunci kemenangan dengan skor 21-13.

Tekanan Pemain Top Level Jadi Pelajaran Berharga

Mutiara juga menyoroti perbedaan tekanan ketika berhadapan dengan pemain yang memiliki level permainan lebih tinggi. Menurutnya, tekanan yang diberikan pemain top level tidak hanya datang dari kualitas pukulan, tetapi juga intensitas dan situasi permainan di lapangan.

"Di game kedua sudah cukup berjalan baik tapi di game ketiganya, ketika poinnya ketat, lagi-lagi saya merasa pressure pemain yang lebih top level itu berbeda ya dari tekanan pukulan dan tekanan mainnya," ungkapnya.

Pengalaman menghadapi Lin Hsiang Ti pun menjadi bahan evaluasi penting bagi Mutiara. Ia menyadari bahwa kemampuan menjaga fokus dan mengambil keputusan dalam situasi tertekan merupakan aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Debut di Level Super 500 Jadi Modal Positif

Meski langkahnya terhenti di babak kedua Korea Open 2026, Mutiara tetap bersyukur dengan penampilan yang berhasil ditunjukkannya. Turnamen ini menjadi pengalaman berharga baginya dalam menghadapi persaingan di level BWF World Tour Super 500.

Mutiara menilai masih banyak hal yang bisa dipelajari dari pertandingan melawan Lin Hsiang Ti, khususnya mengenai bagaimana menghadapi pemain dengan pengalaman dan kualitas permainan di level atas.

"Saya merasa di pertama kali menghadapi turnamen Super 500, saya bersyukur penampilan saya cukup baik. Dan pelajaran yang bisa diambil, paling kelihatan dari lawan Lin Hsiang Ti tadi bagaimana menghadapi top level, saya rasa ketenangan dan perubahan cara mainnya harus cepat diadaptasi lagi," pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan