Takahashi/Matsutomo mengklaim medali emas ganda putri pertama untuk Jepang lewat Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan pasangan Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl pada fase final.
Takahashi yang memasuki usia 30 tahun mengatakan, penangguhan Olimpiade Tokyo merupakan salah satu alasan dirinya gantung raket. Ia mengaku kondisi tubuhnya mungkin akan menurun jika harus menunggu setahun lagi.
“Saya telah memutuskan pensiun pada 31 Agustus karena saya ragu apakah jiwa raga saya akan bertahan hingga tahun depan,” kata Takahashi dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters, Kamis (20/8/2020)
“Bagi saya, semua hal harus dilakukan sepenuh hati atau tidak sama sekali. Saat saya berlatih, saya akan berlatih. Saat saya istirahat, maka saya akan istirahat,” tambahnya.
Keputusannya gantung raket juga tak lepas dari persaingan menuju Olimpiade Tokyo tahun depan. Pasalnya, Takahashi/Matsutomo berada pada peringkat keenam atau di bawah Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (ranking dua) dan Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara (ranking tiga).
Takahashi/Matsutomo telah berpartner lebih dari satu dekade. Pencapaian terakhir mereka adalah menaklukkan ganda putri terbaik dari Tiongkok Chen Qing Chen/Jia Yi Fan untuk melangkah ke semifinal All England 2020.
“Saya tidak menyesal dengan keputusan ini. Saya sudah berpikir bahwa pertandingan di All England merupakan yang terakhir, dan pada saat itu kami tidak yakin apakah kualifikasi Olimpiade akan berlanjut,” ujar Takahashi.
“Itulah mengapa saya ingin sekali menampilkan permainan terbaik saya dan kami berhasil mengalahkan mereka. Saya bangga dengan segala capaian yang telah saya raih,” tambahnya menutup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News