Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung masih berjuang melawan vertigo yang mengganggu aktivitas latihan dan pertandingan sejak tahun lalu. Hingga kini, Gregoria merasa belum berada dalam kondisi terbaik untuk kembali bersaing di level internasional.
Kondisi Kesehatan Jadi Pertimbangan Utama
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyampaikan penghormatan atas keputusan yang diambil Gregoria setelah melalui pertimbangan matang.“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian.
PBSI juga menegaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi alasan utama Gregoria memutuskan mundur dari Pelatnas Cipayung.
“Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding,” tulis PBSI dalam keterangan resminya.
Selain menyampaikan alasan pengunduran diri Gregoria dari pelatnas, PSBI turut memberikan mengapresiasi terkait dedikasinya selama membela Indonesia di berbagai ajang internasional.
“Selama menjadi bagian dari Pelatnas, Gregoria telah memberikan kontribusi besar bagi prestasi bulutangkis Indonesia di level internasional. Dedikasi, semangat juang, dan profesionalismenya menjadi inspirasi bagi generasi atlet muda Indonesia,” lanjut pernyataan PBSI.
Tinggalkan Warisan Prestasi untuk Indonesia
Gregoria resmi mengakhiri perjalanannya di Pelatnas setelah 12 tahun menjadi bagian dari pusat pembinaan atlet nasional tersebut. Atlet kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 itu dikenal sebagai salah satu tunggal putri terbaik Indonesia dalam beberapa musim terakhir.Selama membela Merah Putih, Gregoria sukses mempersembahkan sejumlah prestasi bergengsi. Ia turut membawa Indonesia meraih medali emas Badminton Asia Team Championship 2022, menjuarai Spain Masters 2023 dan Japan Masters 2023, hingga meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 di nomor tunggal putri.
Kepergian Gregoria dipastikan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor tunggal putri Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Gregoria menjadi salah satu pemain paling konsisten yang dimiliki Indonesia di level dunia.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News