Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine (dok. PBSI)
Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine (dok. PBSI)

Korea Open

Korea Open 2026: Tampil Gugup, Jafar/Rinjani Kalah di Babak Pertama

Gregorius Gelino • 04 November 2026 14:03
Ringkasnya gini..
  • Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine tersingkir dari Korea Open 2026 setelah kalah dua game langsung dari unggulan keempat Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, dengan skor 17-21 dan 12-21.
  • Rinjani mengakui masih banyak kekurangan teknik yang harus diperbaiki, sementara Jafar mengaku gugup saat kembali bertanding setelah cukup lama absen dari turnamen.
  • Kekalahan menjadi pengalaman berharga bagi Jafar, terlebih ia berkesempatan menghadapi idolanya, Yuta Watanabe. Jafar berharap bisa mengikuti jejak Yuta dalam mengembangkan pasangan hingga mencapai level tertinggi.
Yeosu: Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine harus mengakui ketangguhan unggulan ke-4 asal Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, pada babak pertama Korea Open 2026. Jafar/Rinjani kalah dua game langsung dengan skor 17-21 dan 12-21.

Banyak yang Harus Dibenahi

Rinjani menilai dirinya dan Jafar sebenarnya sudah berusaha menampilkan permainan yang cukup baik pada pertandingan tersebut. Namun, ia menyadari masih ada sejumlah kekurangan yang perlu segera diperbaiki.

Menurut Rinjani, aspek teknik menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi mereka untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Evaluasi tersebut menjadi modal penting bagi pasangan Indonesia itu untuk meningkatkan kualitas permainan.

"Di pertandingan pertama kami merasa cukup lumayan bermain baik tadi. Tapi memang masih banyak yang harus dipelajari lagi, harus banyak dilatih lagi dari sisi tekniknya," kata Rinjani.

Gugup Setelah Lama Tidak Bertanding

Sementara itu, Jafar Hidayatullah mengungkapkan bahwa kembali tampil dalam sebuah turnamen menghadirkan perasaan yang berbeda baginya. Setelah cukup lama tidak mengikuti kompetisi, Jafar mengaku sempat merasakan ketegangan dan gugup sejak awal pertandingan.

"Senang bisa kembali bertanding tapi rasanya sangat berbeda, dari awal saya merasakan ada tegang dan gugup. Sesuatu yang wajar rasanya setelah sekian lama tidak ikut turnamen. Cukup senang tapi hasilnya memang belum bagus," papar Jafar.

Bertemu Watanabe/Taguchi Jadi Pengalaman Berharga

Di balik kekalahan pada babak pertama Korea Open 2026, Jafar juga mendapatkan pengalaman istimewa. Ia berkesempatan berhadapan langsung dengan Yuta Watanabe, sosok yang selama ini menjadi salah satu idolanya di dunia bulu tangkis.

Bagi Jafar, pertandingan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk menguji kemampuan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk belajar dari pemain yang dikaguminya. Ia secara khusus menyoroti perjalanan Yuta Watanabe yang mampu membawa pasangannya berkembang hingga mencapai level permainan yang tinggi.

"Bertemu Yuta yang merupakan salah satu idola saya juga sebuah pengalaman berharga. Dia bisa membawa partnernya dari bawah sampai ke level setinggi ini sekarang. Saya juga ingin seperti itu ke depannya," ujar Jafar.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan