Kurang Tenang
Menanggapi hasil pertandingan tersebut, Rehan Naufal Kusharjanto mengakui bahwa ganda campuran Denmark tampil sangat solid dan percaya diri sepanjang laga. Sebaliknya, Rehan merasa permainannya bersama Gloria cenderung terburu-buru."Lawan sedang dalam performa yang sangat baik akhir-akhir ini, terasa sangat percaya diri dengan semua pola yang mereka mainkan. Sementara kami kurang tenang, grasa-grusu," ujar Rehan.
Rehan juga menjelaskan bahwa mereka sempat mencoba bangkit pada pertengahan gim kedua dengan mengubah strategi dan memaksimalkan keunggulan dari sektor servis. Namun, kesalahan sendiri membuat momentum bangkit tersebut sirna.
"Pertengahan gim kedua kami coba mengubah strategi. Kami tahu kami punya kelebihan dari servis, jadi itu yang dimanfaatkan. Tapi setelah berhasil mendapat beberapa poin, kami kembali kehilangan momentum karena beberapa bola enak malah mati sendiri, bola tanggung malah out sendiri," tambahnya.
Baca juga: China Open 2026: Gagal Patahkan Dominasi Lawan, Langkah Sabar/Reza Terhenti
Terkendala Hembusan Angin Lapangan
Sementara itu, Gloria Emanuelle Widjaja menyoroti masalah non-teknis yang menjadi kendala utama mereka di lapangan, terutama terkait adaptasi kondisi angin di arena pertandingan."Hari ini apa yang kami pikirkan dan ekspektasikan malah berbeda kenyataannya di lapangan, terutama mengenai kondisi angin di lapangan," jelas Gloria.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi krusial bagi Rehan/Gloria untuk membenahi performa mereka, mengingat jadwal padat turnamen yang sudah menanti di depan mata.
Alihkan Fokus
Tak ingin berlarut dalam kekecewaan, Rehan/Gloria langsung mengalihkan fokus mereka untuk turnamen berikutnya, yaitu Taipei Open 2026 yang bakal berlangsung pekan depan.Perbaikan fokus, ketenangan di poin-poin kritis, serta adaptasi terhadap kondisi arena akan menjadi kunci utama bagi wakil Indonesia ini untuk bangkit dan meraih hasil maksimal di Taipei.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda