Kento Momota. (Zam/medcom.id)
Kento Momota. (Zam/medcom.id)

Bulu Tangkis Indonesia Ikut Membentuk Kento Momota

Olahraga bulu tangkis
Kautsar Halim • 09 Februari 2020 13:30
Futaba: Gaya pembinaan bulu tangkis Indonesia tidak hanya sukses mencetak atlet dalam negeri, namun juga bisa memunculkan bakat Kento Momota, jawara bulutangkis Jepang. Itu dikonfirmasi mantan guru Momota sendiri.
 
“Untuk Momota, pelatihan ala Indonesia dengan berbagai teknik bagus sangatlah cocok,” kata kepala tim pelatih bulu tangkis sekolah tingkat menengah almamater Momota, Futaba Future School, Saito di Futaba, Prefektur Fukushima, Jumat (7/2/2020).
 
Saito juga menyebut bahwa ketika awal masuk sekolah dulu, tinggi badan Momota hanya sekitar 150 cm, yang termasuk sebagai “siswa kecil”. Namun setelah rutin berlatih bulu tangkis, postur badannya makin bagus.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak 2007, Momota bersekolah tingkat SMP hingga SMA selama enam tahun di Tomioka School. Sebelum terdampak bencana gempa, tsunami, dan ledakan PLTN di Fukushima pada 2011, sekolah tersbut masih bernama Futaba Future School.
 
Di Futaba Future School, bulu tangkis menjadi pelajaran tambahan bagi siswa tingkat SMP, dan merupakan jurusan khusus di tingkat SMA. Saito sendiri mulai memimpin tim bulu tangkis di sekolah tersebut pada 2006.
 
Kemudian di tahun yang sama, dia mengajak pelatih dari Indonesia Nunung Wibianto dan Imam Tohari untuk ikut membina anak-anak asuhnya. Itu dilakukan karena Saito menganggap bulu tangkis Indonesia sangat bagus untuk ditiru.
 
“Menurut pelatihnya saat itu, Nunung Wibianto dan Imam Tohari, Momota mempunyai bakat luar biasa yang tidak seperti siswa Jepang lainnya sehingga dia mendapat perhatian lebih,” kenang Saito.
 
Kini, Momota telah menjelma sebagai jagoan bulu tangkis dari Jepang. Namanya bahkan masih bertengger di ranking pertama kategori tunggal putra dunia.
 
Meneruskan keberhasilan mencetak atlet-atlet kelas dunia, Futaba Future School juga berhasil mengangkat potensi Yuta Watanabe. Kemudian, sekolah tersebut juga masih menggunakan jasa pelatih Indonesia sebagai dasar pembinaan.
 
Setelah Nunung dan Imam, kini Futaba Future School merekrut Stephanus Ricki asal Klaten dan Anton Kurnia asal Solo. Masing-masing dari mereka sudah mulai bekerja sejak 2013 dan 2017.
 


 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif