Tommy Sugiarto saat tampil di Indonesia Open 2019 (Foto: MI/Ramdani)
Tommy Sugiarto saat tampil di Indonesia Open 2019 (Foto: MI/Ramdani)

Suka Duka Tommy Sugiarto Jadi Atlet Non-Pelatnas

Olahraga bulu tangkis indonesia open
Gregorius Gelino • 18 Juli 2019 06:50
Jakarta: Tommy Sugiarto memang sudah tidak menjadi bagian dari pelatnas. Namun, pebulutangkis 31 tahun itu masih mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Indonesia Open 2019.
 
Tommy pun menceritakan suka dukanya setelah keluar dari pelatnas sejak 2015 lalu. Salah satunya adalah kesulitan mencari lawan bertanding.
 
"Inovasi sendiri lawan junior-junior karena lawan sparing yang saya dapatkan tidak sebaik di pelatnas. Momen terbaik untuk sparing ya ikut turnamen," kata Tommy.

Baca:Tommy Sugiarto Menyerah dari Chen Long


Selain itu, ada beberapa hal lain yang menyulitkannya setelah menjadi pemain profesional. Di antaranya mengurusi tiket perjalanan dan visa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak mudah menjadi profesional karena saya juga hampir 5 tahun menjadi profesional saya harus bagi waktu latihan, traveling sendiri, beli tiket, membuat visa, mengatur schedule, semuanya. Jadi yang mengingatkan saya ya saya, kalau lupa ya lewat. Kena denda lagi sama BWF," imbuhnya.
 
Kesulitan Tommy dalam mengatur jadwalnya tidak lepas dari absennya sosok manajer. Peraih emas SEA Games 2011 itu hanya memiliki pelatih yang membantunya ketika berkompetisi.
 
"Saya enggak ada manajer. Pelatih cuma murni membantu saya melatih," jelasnya.
 
"Jadi saya harus gaji pelatih, memberi uang tambahan untuk sparing (dengan) junior-junior. Semuanya saya bagi untuk sewa lapangan, ya untuk semuanya lah," urainya.
 
Lebih parahnya lagi adalah kesulitannya mendapatkan sponsor dari dalam negeri. Tommy hanya memiliki dua sponsor yang keduanya berasal dari luar negeri.
 
"Jujur di Indonesia sulit mendapatkan sponsor, malah dari luar yang datang. Mereka lebih respek lah," keluhnya.
 
Tommy juga mengakui bahwa dirinya kesulitan mengatur asupan gizi. Sebagai atlet profesional, asupan gizi memang merupakan salah satu hal terpenting untuk menunjang performa di lapangan.

Baca juga:Tontowi Sudah Move On dari Butet


"Itu yang sulit. Saya harus bisa ngatur (gizi). Tapi biasa sih, normal. Mau makan gorengan ya gorengan, di luar kan enggak ada yang ngingetin," paparnya.
 
Namun, Tommy belum menunjukkan tanda-tanda pensiun. Ia membeberkan bahwa dirinya masih merasa sanggup berkompetisi di level tertinggi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.
 
"Badminton ini sangat menarik karena terutama prize money lebih besar. Untuk meninggalkan ini, kalau selagi saya masih bisa aktif, saya pasti masih ingin main. Apalagi masih ada sponsor juga. Dulu saya hampir retired, tapi saya lihat masih bisa berkompetisi, keluarga juga masih memberi semangat, saya juga berusaha untuk memberikan yang terbaik, meski di luar pelatnas, untuk Indonesia," pungkasnya.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video: Neymar disebut Ingin Hengkang Sejak Copa America

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif