Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu (dok. PBSI)
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu (dok. PBSI)

Bulu Tangkis

PBSI Rombak Ganda Campuran Jelang Asian Games 2026

Gregorius Gelino • 05 Agustus 2026 12:24
Ringkasnya gini..
  • CdM Tim Indonesia Todotua Pasaribu meninjau fasilitas Pelatnas Cipayung untuk menjamin kesiapan non-teknis atlet, sementara PBSI menargetkan 1 medali emas dari nomor beregu putra.
  • Bagas Maulana beralih fokus ke ganda campuran dan dipasangkan dengan Indah Cahya Sari Jamil pada ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026 sebagai langkah evaluasi awal.
  • PBSI menyesuaikan komposisi ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026 (Jafar/Felisha dan Adnan/Indah batal tampil) serta menyatakan dukungannya terhadap proses peradilan independen BWF terkait isu integritas.
Jakarta: Atmosfer Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, kian membara. Tak hanya disibukkan dengan pematangan strategi menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026, PBSI juga tengah melakukan perombakan penting di sektor ganda campuran hingga merespons isu integritas BWF.

CdM Tim Indonesia Pastikan Dukungan Penuh Asian Games 2026

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, menyambangi Pelatnas PBSI Cipayung guna memastikan kesiapan para atlet berjalan tanpa kendala menjelang ajang yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
 
Dalam kunjungannya, Todotua yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI mengapresiasi kelengkapan fasilitas di Cipayung, mulai dari asrama, area gym, hingga fasilitas fisioterapi.
 
"Ini cabang olahraga yang cukup komplet dari sisi pembinaan dan fasilitasnya. Kami berkoordinasi mengecek persiapan non-teknis agar para atlet bisa berangkat dan bertanding dengan nyaman tanpa terbebani hal-hal di luar lapangan," ungkap Todotua.

PBSI Targetkan Emas di Nomor Beregu Putra

Menghadapi edisi kali ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa tim telah belajar banyak dari hasil kurang maksimal pada Asian Games sebelumnya. Evaluasi menyeluruh dilakukan pada program latihan, periodisasi, hingga pemilihan turnamen pemanasan.

"Kami tidak membeda-bedakan pelatnas maupun non-pelatnas. Siapa yang terbaik dan paling siap, dialah yang dipanggil. Target resmi hasil rapat dengan Kemenpora adalah satu medali emas di nomor beregu putra," tegas Eng Hian.

Baca juga: Nova Widianto Gantikan Rionny Mainaky Tangani Ganda Campuran

Kendati demikian, Eng Hian optimistis sektor lain seperti ganda putra dan ganda campuran juga berpeluang besar menyumbang medali.

Eksperimen Baru: Bagas Maulana Jajal Sektor Ganda Campuran

Selain fokus pada Asian Games, PBSI juga menghadirkan penyegaran strategi di sektor ganda campuran. Bagas Maulana memutuskan untuk beralih fokus dari ganda putra ke ganda campuran.
 
Sebagai langkah awal transisi, Bagas akan dipasangkan dengan Indah Cahya Sari Jamil pada ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026.
 
"Keputusan ini diambil setelah diskusi bersama tim pelatih. Turnamen awal ini menjadi sarana evaluasi untuk melihat chemistry, potensi, serta kecocokan karakter permainan mereka di lapangan sebelum menentukan arah pembinaan jangka panjang," jelas Eng Hian.

Penyesuaian Skuad Kejuaraan Dunia BWF 2026 & Sikap PBSI Terhadap BWF

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, mengumumkan penyesuaian komposisi wakil Indonesia untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan tidak tampil guna memastikan seluruh regulasi administrasi terpenuhi.
 
Menanggapi proses hukum independen (judicial proceedings) yang sedang dijalankan BWF terkait dugaan pelanggaran integritas pemain, PBSI menegaskan komitmennya untuk menghormati proses tersebut.
 
"PP PBSI mendukung penuh mekanisme BWF demi menjaga integritas bulutangkis. Kami mengimbau semua pihak untuk menghormati proses yang berjalan dan tidak berspekulasi hingga ada keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF," tegas Ricky.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan