Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting (kanan) diharapkan bisa berprestasi di ajang Indonesia Open 2019 (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting (kanan) diharapkan bisa berprestasi di ajang Indonesia Open 2019 (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Selain Ganda, Tunggal Putra Jadi Andalan PBSI di Indonesia Open 2019

Olahraga bulu tangkis indonesia open
Achmad Firdaus • 26 Juni 2019 18:28
Liliyana Natsir tidak lagi bermain di Indonesia Open 2019 karena telah pensiun. Sebagai gantinya, Tontowi Ahmad akan berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow. Karena performa Owi/Winny belum stabil, PBSI berharap sektor tunggal putra bisa menghadirkan prestasi seperti yang ditargetkan pada sektor ganda putra.
 
Jakarta:
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) berharap bisa mengulang sukses meraih dua gelar pada turnamen Indonesia Open 2019. Selain ganda putra, tahun ini PBSI menaruh harapan pada sektor tunggal putra.
 
Indonesia, pada ajang yang sama pada tahun lalu sukses meraih dua gelar, yakni lewat ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di sektor ganda campuran.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nah, pada gelaran tahun ini, duet Marcus/Kevin kembali jadi andalan untuk mempertahankan gelarnya. Namun, di sektor ganda campuran Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan Tontowi/Liliyana karena Liliyana sudah pensiun. Tahun ini Owi akan berpasangan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow.

Baca:Hasil Undian Babak Pertama Indonesia Open 2019


Mengingat duet Owi/Winny yang belum maksimal, PBSI tidak memasang target tinggi di sektor ganda campuran. Sebagai gantinya, sektor tunggal putra jadi tumpuan untuk meraih gelar juara.
 
Kebetulan, performa dua andalan di sektor tunggal putra, yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting tengah menunjukkan grafik menanjak. Khusus Jojo -sapaan akrab Jonatan--, ia sukses meraih gelar juara di dua turnamen sebelumnya, yakni di New Zealand Open dan Australia Open 2019.
 
Selain Jojo dan Anthony, Indonesia juga memiliki satu lagi wakil di sektor tunggal putra, yakni Tommy Sugiarto.
 
"Kalau lihat progres tunggal putra memang bagus, meskipun levelnya masih belum tinggi, tapi paling tidak ada peningkatan dari kepercayaan diri mereka. Saya rasa tunggal putra punya peluang, jadi ajang pembuktian bagi mereka," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy seperti dinukil dari Badmintonindonesia.org.
 
Berdasarkan hasil undian yang baru saja dirilis di situs Badminton World Federation (BWF), Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting berada di pool atas, sedangkan Tommy Sugiarto, menempati pool bawah.
 
Di babak pertama, Anthony akan bertemu dengan Lu Guangzu dari Tiongkok. Jika lolos hingga perempat final, kemungkinan besar akan terjadi pertemuan yang dinanti-nanti para pecinta bulu tangkis yaitu duel antara Anthony dengan Kento Momota, pemain nomor satu dunia asal Jepang.
 
Sementara itu Jonatan Christie bakal bertemu dengan Rasmus Gemke, pemain asal Denmark. Jika perjalanannya mulus, di babak perdelapan besar, Jonatan kembali akan bertemu dengan Chou Tien Chen, pemain andalan Taiwan.
 
Sedangkan Tommy Sugiarto sudah harus berhadapan dengan pemain unggulan di laga pertama yaitu Chen Long dari Tiongkok. Jika berhasil membuat kejutan dan lolos ke perempat final, besar kemungkinan Tommy akan berjumpa dengan Shi Yuqi, unggulan kedua dari Tiongkok.
 
"Saya rasa mereka bisa mengatasi (lawan-lawan), asalkan dari merekanya, persiapannya dan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di pertandingan nanti," ucap Hendry Saputra, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI.

Baca juga:Tim Voli Putra Indonesia Juara Asian Peace Cup 2019


"Ditargetkan juara boleh saja, kita boleh prediksi tapi tetap tidak bisa pastikan siapa yang juara. Harapannya memang besar, bisa ke final dan juara. Dari mana dasarnya? Lihat head to head dan bandingkan, kalau ketemu pemain-pemain top, misalnya Momota, Chou Tien, (Viktor) Axelsen, pernah menang kalah. Ketemu Shi Yuqi, (Kidambi) Srikanth, sudah bisa menang. Kalau melihat dari hasil sebelumnya, tentu bisa dibilang kans Jonatan dan Anthony itu ada," tutur Hendry.
 
Hendry juga menuturkan, bahwa banyak yang tidak memprediksi Anthony bisa meraih gelar di China Open 2018 yang juga turnamen Super 1000, selevel dengan Indonesia Open 2019. Hendry meyakini jika para pemain dapat menaklukkan panggung bulu tangkis elite, jika mereka bisa menerapkan strategi yang telah direncanakan.
 
"Waktu Anthony menang itu kan buah dari latihan dia. Tapi konsistensinya yang masih belum dapat. Kalau sudah konsisten, mestinya dia bisa dapat gelar lebih banyak, karena dari fisik, teknik dan cara mainnya, mental juang sudah bagus, tinggal konsistennya itu," pungkas Hendry.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Everton Resmi Permanenkan Andre Gomes

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif