Fajar/Joaquin mengaku lega karena bisa menghindarkan Indonesia dari kekalahan. Apalagi Fajar sempat merasakan pengalaman tak menyenangkan bersama partner lamanya, Muhammad Rian Ardianto, pada Piala Thomas edisi sebelumnya ketika dikalahkan wakil Thailand.
"Syukur alhamdulillah bisa mengambil poin dari lawan, menyamakan kedudukan. Partai yang sangat ramai, seru dan juga luar biasa rasanya bisa berpasangan dengan Joaquin. Ini strategi pelatih dan kami bersyukur bisa menjalankan tugas dengan baik," ujar Fajar.
"Saya sempat terlintas kekalahan dari pasangan Thailand ini saat masih berpasangan dengan Rian, itu terjadi di Piala Thomas juga. Masuk lapangan sempat tegang juga karena tim tertinggal 1-2," papar Fajar.
Baca juga: Piala Thomas 2026: Alwi Kelelahan, Indonesia Tertinggal Lagi dari Thailand
Sebagai pasangan baru, Fajar/Joaquin mengaku masih meraba-raba pola permainan yang cocok pada game pertama. Untungnya, komunikasi mereka lancar dan bisa bangkit pada game kedua dan ketiga."Tadi kami di gim ketiga sudah memimpin jauh dan saya rasa sudah cukup fokus, tidak ingin terkejar poinnya. Namun lawan bermain sangat all out, tidak mau menyerah," kata Joaquin.
"Tapi bagaimana kami mencoba rileks, mencoba enjoy di dalam lapangan. Di gim pertama masih adaptasi, masih belum klop permainannya tapi di gim kedua kami mencoba komunikasi dengan baik dan akhirnya bisa menerapkan strategi yang diinginkan," ungkap Fajar.
"Cukup kesal dengan keputusan-keputusan service judge tapi bukan hanya untuk kami tapi juga untuk pasangan Thailand saya rasa," ucap Fajar.
Baca juga: Piala Thomas 2026: Sabar/Reza Bawa Indonesia Imbangi Thailand
Fajar/Joaquin juga mengaku terganggu dengan sejumlah keputusan hakim servis. Menurut mereka, keputusan mereka tak hanya mengganggu momentum tim tapi juga sang lawan merasakan hal yang sama."Beberapa kali juga, mungkin total 6 kali di-fault servis saya dan a Fajar. Cukup mengganggu tapi kami coba tidak memikirkan itu, fokus cari satu poin demi satu poin lagi," beber Joaquin.
"Ini jadi pengalaman berharga untuk saya. Senang sekali di Piala Thomas bisa berpasangan dengan a Fajar lalu di kursi pelatih ada koh Anton dan koh Hendra. Saya banyak mendapat ilmu," pungkas Joaquin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News