Kemenangan di partai puncak ini terasa istimewa bagi Richie. Ia mengaku tidak pernah mematok target mulus tanpa kehilangan game sejak awal turnamen, melainkan hanya berfokus tampil maksimal di setiap laga.
Drama Poin Kritis dan Konsistensi di Lapangan
Laga final berlangsung sengit sejak awal. Richie sempat mendominasi sebelum lawan mengubah strategi dan mempercepat tempo permainan untuk mengejar ketertinggalan."Partai hari ini karena sudah final, kami berdua merasa harus main mati-matian untuk memenangkan pertandingan. Di game pertama setelah interval, dia sempat mempercepat tempo dan memperkecil ketinggalan," ungkap Richie.
Meski dapat tekanan hebat, ketenangan di poin-poin tua menjadi kunci utama. Richie memanfaatkan momentum kesalahan lawan untuk mengamankan gim pertama, sebelum akhirnya menyegel kemenangan di game kedua meski sempat diwarnai kejar-kejaran poin yang menegangkan.
Baca juga: Pontianak International Challenge 2026: Dejan/Apri Kerja Keras jadi Juara
Persembahan Spesial dan Ritual "Jersey Keberuntungan"
Gelar juara ini ia persembahkan secara khusus kepada orang tua yang hadir langsung memberikan dukungan di arena, serta jajaran pelatih, rekan di pelatnas, dan tim pendukung.Menariknya, di balik kesuksesan tersebut, Richie membeberkan adanya ritual unik yang meningkatkan rasa percaya dirinya sepanjang turnamen. Ia memilih untuk terus mengenakan jersey dengan warna yang sama sejak babak pertama hingga laga pamungkas.
"Memang ada sugesti untuk terus menggunakan jersey dengan warna yang sama dari babak pertama sampai final. Bikin saya lebih percaya diri," kelakarnya.
Membidik Level yang Lebih Tinggi
Tidak berpuas diri dengan pencapaian ini, Richie langsung mengalihkan pandangannya ke tantangan yang lebih besar. Ia berambisi untuk terus naik kelas dan mengincar gelar di turnamen kelas dunia berikutnya."Setelah ini saya ingin membidik gelar yang lebih tinggi lagi seperti Super 100," tegas Richie menutup perbincangan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda