Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu juara Pontianak International Challenge 2026 (dok. PBSI)
Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu juara Pontianak International Challenge 2026 (dok. PBSI)

Pontianak International Challenge

Pontianak International Challenge 2026: Dejan/Apri Kerja Keras jadi Juara

Gregorius Gelino • 30 Agustus 2026 18:56
Ringkasnya gini..
  • Dejan/Apri merasa keberhasilan menjadi juara Pontianak International Challenge 2026 memupuk rasa percaya diri mereka.
  • Dejan/Apri sempat kesulitan menghadapi kekuatan lawan, tapi berhasil menemukan pola yang tepat untuk meredam kekuatan lawan dan menjadi juara.
  • Dejan/Apri berterima kasih kepada semua pelatih dan rekan-rekan mereka di sektor ganda campuran yang membantu mereka hingga saat ini.
Pontianak: Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu, sukses meraih gelar juara usai menumbangkan wakil Chinese Taipei, Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun. Lewat pertarungan sengit rubber game dengan skor 19-21, 27-25, dan 21-19, Dejan/Apri berhasil mengunci kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

Bangun Chemistry dan Kepercayaan Diri

Gelar juara ini memiliki arti krusial bagi Dejan/Apri, terutama dalam proses adaptasi dan pembentukan mental bertanding. Dejan mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang menjadi pijakan awal pasangan baru ini.
 
"Alhamdulillah, sangat senang dan bersyukur bisa ambil gelar juara di sini. Karena ini bisa jadi modal untuk kami memulai, untuk modal untuk bisa membangun kepercayaan, membangun keyakinan satu sama lain," ucap Dejan.
 
Ia menambahkan bahwa fokus utama pasangan ini terletak pada proses perkembangan mereka menuju level persaingan yang lebih tinggi.

"Gelar juara yang penting karena bukan tentang levelnya tapi tentang prosesnya. Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi, semoga ini menjadi pijakan pertamanya," ungkapnya.

Strategi Menghadapi Tekanan Tinggi

Laga final berjalan dramatis. Pertandingan mencapai puncaknya di gim kedua saat Dejan/Apri mengamankan poin kritis 27-25 sebelum akhirnya menyegel game penentu 21-19. Dejan mengakui keunggulan strategi dan kekuatan lawan yang menyulitkan posisi mereka sepanjang laga. Apri, yang baru menjalani transisi ke sektor ganda campuran, menyoroti perjuangan mental mereka di lapangan. 
 
"Lawan bermain sangat bagus, mereka kuat dan powernya kencang. Pemain putranya pintar mengarahkan bola jadi kami posisinya banyak tidak enak. Alhamdulillah di saat-saat akhir kami bisa mendapatkan formula yang tepat untuk melawannya," jelas Dejan.
 
"Sangat tidak mudah pertandingan hari ini, tensinya sangat tinggi dan kami terus tertekan tapi kami terus coba untuk menaikkan hawa pertandingannya. Walau dengan keadaan gugup dan tegang tapi bagaimana kami harus bisa mengatasinya," papar Apri.

Sinyal Positif Kebangkitan Sektor Ganda Campuran

Keberhasilan ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi Dejan dan Apri, tetapi juga bagi peta kekuatan ganda campuran Indonesia secara keseluruhan. Apri menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim pelatih dan rekan yang mendukung proses transisinya. 
 
"Terima kasih untuk Dejan dan tim pelatih kami, juga teman-teman ganda campuran yang sudah membantu kami dan saya khususnya yang baru pindah ke ganda campuran. Sekiranya ini menjadi modal kami semua di sektor ganda campuran untuk bangkit lagi, untuk berjuang ekstra keras ke depan," beber Apri.
 
Atmosfer riuh di Pontianak turut menjadi kunci tambahan energi bagi pasangan Indonesia ini hingga mampu membalikkan keadaan di momen-momen krusial.
 
"Terima kasih untuk warga Pontianak yang sudah hadir, gemuruh dan atmosfernya luar biasa tadi. Dukungan itu menambah energi kami untuk terus berjuang," tutur Apri.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan