Kompetisi yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PBSI dan MilkLife tersebut diikuti atlet dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Tiongkok, Taiwan, Polandia, dan Amerika Serikat. Mereka akan memperebutkan total hadiah lebih dari Rp1,4 miliar.
MilkLife Superliga Junior 2026 mempertandingkan empat kategori usia, yakni U-13, U-15, U-17, dan U-19, untuk sektor putra maupun putri. Mengusung format beregu seperti Piala Thomas dan Uber, turnamen ini diharapkan memberikan pengalaman kompetisi sekaligus mengasah mental para atlet sejak usia muda.
Uji Coba Sistem Skor Baru BWF
Direktur Superliga, Achmad Budiharto, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih kompetitif dengan memperluas kesempatan bagi klub mancanegara untuk berpartisipasi di kategori U-15, U-17, dan U-19.
Jika pada edisi sebelumnya perwakilan negara lain bertanding di kategori U-17 dan U-19, tahun ini mereka juga hadir di U-15. Langkah tersebut diharapkan membuat pemain Indonesia terbiasa menghadapi lawan dari luar negeri sejak usia lebih dini.
"Berbeda dari tahun sebelumnya di mana perwakilan negara lain bertanding di U-17 dan U-19, untuk tahun ini penyelenggara memperluas kesempatan bagi perwakilan negara lain untuk bertanding di U-15," jelas Budiharto.
Selain memperluas persaingan internasional, MilkLife Superliga Junior 2026 juga mengadopsi sistem penghitungan poin 3x15 rally point. Sistem tersebut akan diuji coba sebelum rencana penerapannya oleh BWF pada Januari 2027.
"Meski BWF baru akan menerapkannya pada Januari 2027, tetapi kami sudah mulai menguji coba sistem ini. Tujuannya untuk membantu para pemain muda beradaptasi lebih cepat terhadap sistem durasi permainan yang lebih pendek," kata Budiharto.
Dengan sistem tersebut, pertandingan menggunakan tiga gim dengan target 15 poin pada setiap gim. Perubahan ini diharapkan membantu pemain beradaptasi dengan pola pertandingan yang lebih singkat serta menuntut fokus dan pengambilan keputusan lebih cepat.
Format Beregu Jadi Bekal Pembinaan Atlet
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan MilkLife Superliga Junior dirancang untuk memberikan pengalaman bertanding beregu kepada pebulutangkis muda Indonesia. Menurutnya, kompetisi dengan format tersebut masih relatif terbatas di level junior, padahal penting untuk menguji ketahanan mental atlet ketika berada di bawah tekanan.
"Kami menginisiasi penyelenggaraan turnamen beregu dari berbagai kelompok usia di MilkLife Superliga Junior ini karena ajang kompetisi beregu di tingkat internasional sangat minim di level junior. Padahal, ini merupakan wadah penting untuk menguji ketahanan mental para atlet muda di bawah tekanan," ujar Yoppy.
Ia menilai pengalaman bertanding dalam kompetisi beregu dapat membantu atlet menghadapi situasi kritis, termasuk ketika harus berjuang demi kepentingan tim. Yoppy juga mencontohkan pengalaman sejumlah pemain yang pernah mengikuti Superliga Junior dan kemudian memperkuat Indonesia di Asian Games 2026.
Nama-nama seperti Moh Zaki Ubaidillah serta pasangan Leo Rolly/Daniel Marthin disebut pernah merasakan atmosfer pertandingan beregu melalui Superliga Junior. Yoppy berharap pengalaman serupa dapat menjadi bekal bagi peserta tahun ini untuk berkembang dan kelak memperkuat Indonesia di panggung internasional.
PB Djarum Waspadai Persaingan Tiongkok dan Taiwan
Persaingan MilkLife Superliga Junior 2026 diperkirakan berlangsung dinamis dengan kehadiran sejumlah klub dari luar negeri. Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, menyoroti absennya klub kuat asal Thailand, Banthongyord Badminton School, serta keikutsertaan tim dari Tiongkok dan Taiwan.
"Absennya tim-tim kuat asal Thailand seperti Banthongyord Badminton School membuat dinamika kompetisi sedikit bergeser, meski kami tetap mewaspadai keikutsertaan negara kuat lainnya seperti Tiongkok dan Taiwan," kata Fung.
Meski demikian, PB Djarum tidak hanya membidik gelar juara. Pengalaman bertanding dalam kompetisi beregu sejak usia muda tetap menjadi perhatian utama untuk mendukung proses regenerasi atlet nasional.
Pada edisi sebelumnya, PB Djarum berhasil meraih dua gelar juara, masing-masing di kategori U-15 Putra dan U-19 Putra. Tahun ini, klub tersebut berupaya mempertahankan prestasi tersebut dengan mengandalkan sejumlah pemain potensial.
Salah satunya Radithya Bayu Wardhana yang baru menyandang gelar juara BWF World Junior Championships 2026. Ia menjadi salah satu andalan PB Djarum di kategori U-19 Putra.
Radithya menilai PB Jaya Raya menjadi salah satu pesaing terberat dari dalam negeri. Sementara untuk tim asing, ia mengaku belum mengetahui secara detail kekuatan lawan yang akan dihadapi.
"Sejauh ini, menurut saya rival terberat adalah PB Jaya Raya untuk tim Indonesia. Kalau tim negara luar, kami belum tahu permainannya seperti apa. Tapi, apa pun itu, saya berharap dapat memberikan penampilan yang maksimal dan bisa menyumbang poin untuk tim dan memberikan gelar juara bagi PB Djarum," tutur Radithya.
Di sektor putri, atlet PB Djarum U-19, Atresia Naufa Candani, juga optimistis menghadapi persaingan. Ia menilai keberanian dan kekuatan mental akan menjadi faktor penting ketika pemain menghadapi tekanan dalam pertandingan.
"Menurut saya, lawan terberat di turnamen ini mungkin berasal dari klub luar negeri. Namun, chemistry di tim kami juga sudah terbentuk karena sebelumnya kami cukup sering mengikuti turnamen beregu dengan pemain-pemain yang sebagian besar sama," ujar Atresia.
Perebutkan Piala Legenda Bulu Tangkis Indonesia
Para peserta MilkLife Superliga Junior 2026 juga akan bersaing memperebutkan trofi yang menggunakan nama sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia.
Di kategori U-13, juara putra akan menerima Piala Tontowi Ahmad, sedangkan kampiun putri membawa pulang Piala Liliyana Natsir. Untuk kategori U-15, sektor putra memperebutkan Piala Sigit Budiarto dan sektor putri memperebutkan Piala Maria Kristin Yulianti.
Persaingan U-17 putra memperebutkan Piala Haryanto Arbi, sementara U-17 putri memperebutkan Piala Yuni Kartika. Adapun di kategori U-19, para peserta akan bersaing untuk meraih Piala Liem Swie King di sektor putra dan Piala Susy Susanti di sektor putri.
Head of Business Unit Dairy Savoria, selaku produsen MilkLife, Didiet Fadriana Abdulkadir, turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang mengejar gelar juara, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.
"Selamat bertanding kepada para peserta. Jadikan ajang ini bukan hanya turnamen meraih gelar juara, tetapi juga sebagai wahana mengasah mental dan meningkatkan kemampuan bertanding sehingga kelak dapat memberikan prestasi yang lebih cemerlang di panggung dunia," tutur Didiet.