Fadia mengaku sangat kecewa dengan penampilannya bersama Tiwi, baik di turnamen pekan ini maupun pekan sebelumnya. Menurut Fadia, hambatan terbesar yang mereka hadapi di lapangan bukan sekadar masalah teknis badminton, melainkan faktor non teknis berupa beban ekspektasi yang terlalu tinggi.
"Sangat kecewa dengan penampilan kami hari ini dan minggu lalu di Jepang. Mungkin faktornya non-teknis ya karena ekspektasi kami terlalu tinggi tapi di lapangan tidak seperti yang diinginkan," ujar Fadia.
Dikejutkan Kondisi Lapangan
Selain tekanan mental, Fadia membeberkan dinamika pertandingan di game kedua yang langsung merusak ritme permainan mereka. Perubahan drastis pada laju bola dan hembusan angin membuat mereka tak sempat beradaptasi, hingga tertinggal jauh sejak awal laga.Baca juga: China Open 2026: Sabar/Reza Segel Tiket Babak Kedua
"Game kedua kami benar-benar kaget karena laju bolanya jauh lebih kencang, menang anginnya tidak bisa kami kontrol dan akhirnya dari start sudah tertinggal jauh. Sama sekali tadi kami tidak bisa mengeluarkan bentuk permainan kami," tambah Fadia.Jadikan Pelajaran Berharga
Senada dengan sang senior, Tiwi menjadikan momen pahit di Jepang ini sebagai tamparan keras sekaligus pelajaran berharga untuk karier mereka ke depan. Tiwi menyadari bahwa ketika rencana strategi mereka di lapangan tidak berjalan mulus, kecemasan justru menguasai pikiran dan menjadi senjata makan tuan."Ini pelajaran bagi saya dan Kak Fadia. Ketika permainan yang kami harapkan tidak keluar, kami jadi sangat tertekan dan menjadi bumerang banget," ungkap Tiwi.
"Ke depan kami tidak boleh berfokus pada hasil, tapi bagaimana berpikir satu poin demi satu poin," tegas Tiwi menutup evaluasinya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda