Pegang Depan Jadi Kunci Kemenangan
Laga perdana ini tidak berjalan mudah bagi Sabar/Reza. Selain harus beradaptasi dengan kondisi lapangan yang cukup berangin, mereka juga harus menghadapi kombinasi baru pasangan Malaysia yang memadukan pemain senior berkelas dunia dengan bakat muda potensial.Pemain ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama, mengungkapkan bahwa sejak awal pertandingan mereka sudah memasang mode waspada tinggi.
"Pastinya bersyukur bisa menang di babak pertama ini. Dengan kondisi lapangan yang berangin plus pasangan duo Aaron yang baru dipasangkan ini, kami memang harus waspada dari awal. Kami coba untuk terus mengontrol pertandingan, terus menekan, dan mendahului area depan untuk lebih berpeluang mendapat poin," ujar Sabar.
Baca juga: China Open 2026: Perjuangan Sengit, Rehan/Gloria Melaju ke Babak Kedua
Mampu Tembus Pertahanan Kokoh Pasangan Malaysia
Senada dengan Sabar, Moh Reza Pahlevi Isfahani mengakui bahwa kualitas individu pasangan lawan sempat membuat mereka kewalahan, terutama dalam membongkar pertahanan rapat Aaron Chia dan Aaron Tai."Individu mereka sangat baik. Kita semua tahu bagaimana kualitas Aaron Chia, sedangkan Aaron Tai adalah pemain muda yang punya bakat sangat bagus. Tadi beberapa kali kami juga sulit menembus pertahanan mereka," tutur Reza.
Kondisi Punggung Reza Mulai Membaik
Di luar jalannya pertandingan, kondisi fisik Reza turut menjadi sorotan. Reza mengonfirmasi bahwa cedera punggung yang sempat mengganggunya kini sudah mengalami kemajuan signifikan usai menjalani penanganan medis."Kondisi punggung masih ada terasa sedikit, tapi sudah 80% membaik setelah ada beberapa kali treatment kemarin. Hari ini saya merasa mendingan dibandingkan saat main di Japan Open. Semoga lusa dan babak-babak selanjutnya bisa semakin membaik, jadi saya juga bisa lebih maksimal," tambah Reza optimistis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda