Kemenangan tersebut menjadi buah dari kerja keras dan persiapan matang yang dilakukan Taufik Aderya dan Alexius Ongkytama Subagio sepanjang turnamen. Mereka mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhirnya menutup pertandingan dalam dua gim langsung.
Bagi Ongky, sapaan Alexius Ongkytama Subagio, gelar juara ini terasa istimewa karena menjadi hasil dari berbagai pengorbanan yang telah mereka lakukan selama menjalani persiapan.
"Pastinya rasanya senang dan bangga. Semua persiapan, latihan yang capek, dan apa yang sudah kita korbankan akhirnya terbayarkan dengan hasil ini. Jadi, kami sangat senang dan bahagia bisa menjadi juara," ujar Ongky.
Taufik/Ongky Sudah Antisipasi Yere/Patra
Menghadapi pasangan yang diperkuat Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Taufik/Ongky tidak datang tanpa persiapan. Mereka telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk menghadapi pola permainan lawan.Faktor pengalaman Yeremia yang lebih senior juga membuat Taufik/Ongky memilih untuk tetap waspada dan tidak menganggap remeh pertandingan.
"Sebelum pertandingan, kami sudah mempersiapkan beberapa antisipasi untuk menghadapi pola permainan lawan. Apalagi Bang Yere lebih senior dari kami, jadi kami tidak mau meremehkan sedikit pun," kata Ongky.
Strategi tersebut berjalan efektif. Taufik/Ongky mampu mengontrol jalannya pertandingan dan menjaga fokus sejak awal hingga akhir. Mereka pun berhasil mengamankan kemenangan dengan skor meyakinkan 21-9, 21-9.
"Kami berusaha untuk tetap fokus dari awal sampai akhir dan puji Tuhan bisa meraih kemenangan dengan cukup cepat," lanjut Ongky.
Jaga Fokus jadi Kunci Kemenangan
Taufik Aderya menilai salah satu aspek terpenting dalam kemenangan atas Yeremia/Patra adalah kemampuan menjaga fokus dan suasana pertandingan.Menurut Taufik, konsistensi konsentrasi menjadi hal yang sangat penting agar mereka tidak kehilangan kendali ketika berada di lapangan. "Menurut saya, yang paling penting tadi adalah menjaga fokus dan suasana pertandingan. Fokus kami harus tetap konsisten dari awal sampai akhir," ungkap Taufik.
"Kami berusaha untuk tetap menjaga fokus dan tidak terbawa suasana di lapangan," sambungnya.
Hasilnya, Taufik/Ongky mampu tampil dominan di kedua gim. Mereka tidak memberikan banyak kesempatan kepada Yeremia/Patra untuk mengembangkan permainan hingga akhirnya memastikan gelar juara.
Taufik/Ongky Incar Gelar Super 100 di Kudus
Usai menjadi juara, Taufik/Ongky tidak ingin cepat berpuas diri. Keduanya sudah memiliki target berikutnya, yakni memburu gelar Super 100 di Kudus serta gelar-gelar lainnya pada sisa turnamen tahun ini.Ongky menegaskan bahwa target mereka bukan hanya sekadar meraih gelar dalam waktu dekat. Dalam jangka panjang, pasangan ini ingin terus berkembang dan mampu menembus level utama.
"Untuk target ke depan, tentunya kami ingin mengincar gelar Super 100 di Kudus dan gelar-gelar lainnya di sisa turnamen tahun ini. Untuk jangka panjang, kami ingin terus berkembang dan bisa naik ke level utama," jelas Ongky.
Sementara itu, Taufik menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi agar performa mereka terus meningkat.
"Untuk target ke depan, tentunya kami ingin terus meraih gelar juara. Tapi kami juga harus bekerja lebih keras lagi, terutama dalam latihan," ucap Taufik.
"Jangan sampai kendor dan harus tetap konsisten supaya bisa meraih hasil yang lebih baik di turnamen berikutnya," tambahnya.
Persembahkan Gelar Pendukung
Gelar juara yang diraih Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio juga memiliki makna tersendiri. Mereka mempersembahkan kemenangan tersebut untuk Indonesia, para pelatih, keluarga, serta seluruh pendukung yang selama ini memberikan dukungan."Kemenangan ini kami persembahkan untuk Indonesia, para pelatih, keluarga, dan semua pendukung yang selama ini sudah mendukung kami," beber Ongky.