Selain gelar juara, Bismo juga mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menyelesaikan pertandingan dalam kondisi sehat tanpa mengalami cedera. Ia turut mengapresiasi dukungan masyarakat Surabaya yang terus memberikan semangat sepanjang turnamen.
"Alhamdulillah, pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa syukur karena hari ini saya bisa bermain dan menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera sedikit pun," ujar Bismo.
Bismo Percaya Diri di Game Pertama
Bismo mengawali pertandingan dengan penuh keyakinan. Ia mampu mengontrol permainan pada game pertama dan menutupnya dengan kemenangan 21-13.Namun, situasi berubah pada game kedua. Bismo mengaku mulai merasakan tekanan dari dalam dirinya sendiri sehingga tidak mampu mempertahankan performanya seperti pada gim pembuka.
"Di game pertama saya cukup yakin dengan diri sendiri dan bisa menyelesaikan set pertama dengan baik. Kemudian di set kedua saya mulai merasa tertekan oleh diri saya sendiri dan tidak bisa keluar dari tekanan tersebut. Saya mencoba bangkit lagi di set ketiga dan Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik," ujar Bismo.
Pada game penentuan, Bismo berhasil kembali menemukan permainan terbaiknya. Ia mampu mengatasi tekanan dan memastikan kemenangan 21-17 sekaligus mengunci gelar juara Surabaya International Challenge 2026.
Tak Ada Persiapan Khusus
Menghadapi pemain yang lebih senior seperti Chico Aura Dwi Wardoyo, Bismo ternyata tidak melakukan persiapan khusus. Alih-alih melakukan persiapan yang berbeda, ia memilih untuk memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya dan tampil tanpa beban di lapangan. "Untuk persiapan menghadapi Chico, saya tidak terlalu banyak melakukan persiapan khusus. Saya hanya ingin memaksimalkan apa yang saya punya untuk hari ini dan mencoba bermain all out," kata Bismo.Apresiasi Dukungan Surabaya
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga Surabaya yang telah memberikan dukungan sejak hari-hari sebelumnya hingga dirinya mampu mencapai podium tertinggi. "Terima kasih kepada warga Surabaya yang sudah memberikan antusiasme dan dukungannya sejak hari-hari sebelumnya, sampai akhirnya saya bisa berdiri di podium tertinggi ini," lanjutnya.Dedikasikan Gelar untuk Orang Tua dan Para Pelatih
Gelar juara Surabaya International Challenge 2026 terasa semakin istimewa bagi Bismo karena menjadi buah dari perjalanan panjang bersama para pelatih dan orang-orang yang selama ini mendukungnya. Bismo mengaku terharu melihat perjuangan para pelatih yang telah mendampinginya sejak berada di level bawah hingga akhirnya mampu menjadi juara."Saya sangat-sangat bersyukur dan bangga kepada diri saya sendiri karena akhirnya bisa melewati semuanya sampai ke titik ini," tutur Bismo.
Ia kemudian mendedikasikan kemenangan tersebut kepada orang tua, para pelatih, pengurus PBSI, serta orang-orang terdekat yang terus memberikan dukungan.
"Saya juga merasa terharu karena selama ini para pelatih sudah memperjuangkan dan menemani saya dari bawah sampai akhirnya bisa berada di titik ini," katanya.
"Kemenangan ini saya dedikasikan untuk kedua orang tua saya, para pelatih saya, pengurus PBSI, dan orang-orang tersayang yang selama ini sudah mendukung saya," tutup Bismo.