Tanaka tampil solid sejak awal pertandingan sehingga membuat wakil Indonesia tersebut kesulitan mengembangkan permainan. Usai pertandingan, Ubed mengakui bahwa dirinya belum mampu menemukan solusi untuk meredam permainan Tanaka.
"Saya harus akui memang belum bisa mengatasi bola-bola Yushi, dia pukulannya sulit terbaca. Dari awal mau mengajak rally tapi dia sudah siap jaga dan akhirnya banyak kecolongan dari situ," kata Ubed.
Kehilangan Momentum Usai Bangkit
Memasuki game kedua, penampilan Ubed sebenarnya menunjukkan perkembangan. Ia mulai menemukan ritme permainan dan merasa lebih nyaman dalam menghadapi tekanan yang diberikan Tanaka.Namun, momentum positif tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. Pada poin-poin krusial menjelang akhir game, Tanaka kembali mampu mengendalikan permainan dan membuat Ubed berada dalam posisi sulit. "Di game kedua sempat membaik, sempat nyaman juga bermainnya. Sudah mulai menemukan ritme yang pas tapi di akhir-akhir kembali dia bisa membuat posisi saya tidak enak," jelasnya.
Hasil ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Ubed untuk memperbaiki performanya, terutama dalam mengantisipasi karakter permainan lawan yang memiliki variasi pukulan sulit ditebak.
Alihkan Fokus ke Kumamoto Masters 2026
Meski gagal meraih hasil maksimal di Korea Open 2026, Ubed tidak ingin terlalu lama larut dalam kekecewaan. Ia kini langsung mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya, yakni Kumamoto Masters yang akan berlangsung pekan depan.Waktu yang tersedia akan dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus mempersiapkan diri agar bisa tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.
"Masih ada Kumamoto Masters minggu depan jadi beberapa hari ini akan mencoba recovery yang lebih maksimal, persiapan lagi dan semoga bisa lebih baik nanti," tutupnya.