SEBANYAK 29 Bus TransJakarta diputuskan untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Kebakaran pada Bus Yufong pekan lalu membuat pihak pengelola tidak berani mengambil risiko. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang membahayakan para pengguna TransJakarta.
Bukan baru pertama Bus TransJakarta mengalami kebakaran ketika sedang dipergunakan. Namun peristiwa yang terjadi pekan lalu dinilai paling membahayakan karena disertai ledakan dan menyebabkan halte bus di kawasan Blok M ikut terbakar.
Pembelian bus buatan Tiongkok sejak awal memang menimbulkan kontroversi. Bahkan sempat menimbulkan dugaan adanya korupsi pada pengadaan, sehingga Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.
Selama ini kita sering dalam pengadaan hanya mempertimbangkan faktor harga. Padahal yang tidak kalah penting diperhatikan adalah standar nasional industri yang akan melindungi konsumen terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
SNI merupakan pegangan untuk mendukung progam pembangunan industri di dalam negeri. Dengan adanya SNI maka tidak semua produk asing bisa masuk pasar Indonesia. Masyarakat tidak hanya sekadar melihat faktor harga, tetapi ada jaminan bahwa produk itu aman.
Untuk pengadaan bus umum, maka Kementerian Perindustrian yang seharusnya menjadi pengawas. Produk-produk impor yang dinilai bisa membahayakan masyarakat harus dilarang untuk masuk pasar dalam negeri.
Hal kedua yang penting harus menjadi perhatian kita bersama adalah sikap untuk pandai merawat barang yang kita miliki. Janganlah kita hanya pandai membeli, tetapi juga harus pandai merawat.
Perawatan yang baik akan membuat masa penggunaan produk bisa lebih lama. Dengan itu maka efisiensi dapat kita peroleh. Kita tidak terlalu sering untuk melakukan pengadaan barang.
Pada kita, kelemahan pada perawatan sangatlah tinggi. Apalagi ketika barang itu merupakan milik publik. Seakan-akan karena milik publik sah untuk tidak dirawat dan bahkan boleh untuk dirusak.
Kita lihat bagaimana vandalisme kepada barang publik begitu tinggi. Kita merasa bebas untuk mencoret-coret dan merusak. Kita tidak merasa peduli bahwa barang publik itu dibutuhkan oleh orang lain.
Revolusi Mental yang dilontarkan Presiden Terpilih Joko Widodo harus bisa menyentuh persoalan ini. Kita harus mulai mengajarkan kita semua untuk pandai merawat apabila terhadap barang publik.
Dengan kemauan kita untuk sama-sama menjaga dan merawat, maka manfaatnya akan bisa dirasakan oleh kita semua. Kita akan bisa menggunakan fasilitas publik dengan nyaman dan aman bagi kita semua.
Perawatan memang membutuhkan juga anggaran. Untuk itulah dalam penyusunan anggaran sebaiknya disiapkan anggaran untuk perawatan. Jangan hanya sekadar dipikirkan anggaran untuk pembangunan dan pengadaan saja.
Tentu anggaran itu harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang diserahi tanggung jawab untuk melakukan perawatan harus melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.
Pengelolaan TransJakarta sejak awal diserahkan kepada badan layanan umum. Ada perusahaan daerah yang dibentuk dan ada profesional yang diserahi tanggung jawab. Kehormatan itu hendaknya dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Mereka yang ditunjuk sebagai pengelola TransJakarta harus memastikan bagian perawatan kendaraan berjalan dengan baik. Mereka secara rutin memeriksa semua kendaraan dan juga supir yang mengemudikannya. Kita harus pastikan bahwa semua itu dipastikan baik sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna.
Kita harus memulai tradisi yang baru. Bahwa kita pandai untuk membeli barang, pandai untuk merawat, dan pandai pula untuk memberikan pelayanan. Dengan itu kita akan bisa membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
