medcom.id, Jakarta: Tensi antar negara di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas harus segera diatasi. Negara-negara yang terlibat dalam konflik diminta menahan diri karena kini merupakan bulan baik.
"Mengendalikan diri terutama pada bulan Ramadhan yang beresensi Imsak (menahan diri). Terutama imsak ‘an al-harbi wa al-qital wa tamassuk bi al-jihad al-akbar," kata Ketua Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Din Syamsudin saat konferensi pers di gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu 7 Juni 2017.
Perselisihan negara-negara itu tepat saat Bulan Ramadan. Seharusnya mereka mengaplikasikan persaudaraan antar sesama umat muslim. Sewajarnya menghentikan permusuhan, pertentangan dan memegang teguh perdamaian.
"Sebagai implementasi nilai-nilai dan ajaran Islam rahmatan lil alamin," kata Din.
Seperti diketahui, Arab Saudi dan beberapa negara memutus hubungan dengan Qatar pada Senin 5 Juni 2017. Mereka menuduh Qatar mendukung sejumlah grup teroris dan berusaha menggoyang stabilitas Timur Tengah.
MUI juga mengingatkan dunia internasional untuk menjaga sikap. Jangan mencoba memancing di air keruh dan membuat suasana makin runyam.
"Kalau dilakukan dan berlanjut, peristiwa di kawasan teluk akan jadi krisis global," kata Din.
Dalam kondisi yang memanas ini, negara yang mengikuti langkah Arab Saudi yakni Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman, Libya, Maladewa dan Mauritius. Sementara Yordania menurunkan level kontak diplomatik dengan Qatar dan menutup cabang Al-Jazeera di negaranya
Kementerian Luar Negeri Qatar membantah tuduhan negara-negara Teluk. Doha mengaku kecewa atas pemutusan hubungan diplomatik, namun menegaskan tidak akan mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan.
Dalam beberapa pemberitaan, Arab Saudi memberikan syarat agar hubungan kedua negara kembali normal. Arab meminta agar Qatar untuk mengusir semua anggota kelompok Ikhwanul Muslimin dan Qatar. Hal tersebut juga disertai pembekuan rekening bank kelompok tersebut.
medcom.id, Jakarta: Tensi antar negara di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas harus segera diatasi. Negara-negara yang terlibat dalam konflik diminta menahan diri karena kini merupakan bulan baik.
"Mengendalikan diri terutama pada bulan Ramadhan yang beresensi Imsak (menahan diri). Terutama
imsak ‘an al-harbi wa al-qital wa tamassuk bi al-jihad al-akbar," kata Ketua Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Din Syamsudin saat konferensi pers di gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu 7 Juni 2017.
Perselisihan negara-negara itu tepat saat Bulan Ramadan. Seharusnya mereka mengaplikasikan persaudaraan antar sesama umat muslim. Sewajarnya menghentikan permusuhan, pertentangan dan memegang teguh perdamaian.
"Sebagai implementasi nilai-nilai dan ajaran Islam rahmatan lil alamin," kata Din.
Seperti diketahui, Arab Saudi dan beberapa negara memutus hubungan dengan Qatar pada Senin 5 Juni 2017. Mereka menuduh Qatar mendukung sejumlah grup teroris dan berusaha menggoyang stabilitas Timur Tengah.
MUI juga mengingatkan dunia internasional untuk menjaga sikap. Jangan mencoba memancing di air keruh dan membuat suasana makin runyam.
"Kalau dilakukan dan berlanjut, peristiwa di kawasan teluk akan jadi krisis global," kata Din.
Dalam kondisi yang memanas ini, negara yang mengikuti langkah Arab Saudi yakni Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman, Libya, Maladewa dan Mauritius. Sementara Yordania menurunkan level kontak diplomatik dengan Qatar dan menutup cabang Al-Jazeera di negaranya
Kementerian Luar Negeri Qatar membantah tuduhan negara-negara Teluk. Doha mengaku kecewa atas pemutusan hubungan diplomatik, namun menegaskan tidak akan mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan.
Dalam beberapa pemberitaan, Arab Saudi memberikan syarat agar hubungan kedua negara kembali normal. Arab meminta agar Qatar untuk mengusir semua anggota kelompok Ikhwanul Muslimin dan Qatar. Hal tersebut juga disertai pembekuan rekening bank kelompok tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id(SUR)