Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: MI
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: MI

Moeldoko: Buruh Tetap Menjadi Atensi Pemerintah

Nasional Omnibus Law UU Cipta Kerja
Antara • 21 Oktober 2020 01:31
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah tak melupakan kepentingan buruh. Aspirasi mereka menjadi perhatian pemerintah dalam penyusunan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker).
 
“Buruh tetap menjadi atensi pemerintah, tapi di belakang buruh juga masih banyak orang yang antre dapat pekerjaan,” kata Moeldokodi Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Menurut dia, pemerintah selalu memikirkan kepentingan buruh. Namun, pemerintah juga harus memikirkan kebijakan untuk mempermudah masyarakat mendapat pekerjaan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut krisis ekonomi karena pandemi covid-19 menyebabkan jutaan orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini meningkatkan tingkat pengangguran di Indonesia.
 
“Jumlah pencari kerja terus meningkat, yang terlihat dari jumlah pendaftar di program kartu prakerja yang mencapai 34,2 juta orang, tiga hari lalu pendaftar prakerja mencapai 33 juta orang. Artinya banyak orang butuh kerja,” ujar dia.
 
Mantan Panglima TNI itu menekankan pemerintah selalu mencari titik keseimbangan baru untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Pemerintah tak ini berada di kondisi stagnan.
 
“Harus selalu berubah hadapi situasi karena tantangan juga berubah. Titik keseimbangan baru itu yang betul-betul kita cari sebaik-baiknya,” ujar dia.
 
Baca: Visi Misi Jokowi-Ma'ruf Sempat Tersendat Covid-19
 
Moeldoko menjelaskan pemerintah terus berusaha mentransformasi ekonomi dan menyelesaikan hambatan-hambatan ekonomi di masa lalu. Pemerintah juga berusaha menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri dan tetap terbuka terhadap berbagai masukan untuk menjadi lebih baik.
 
“Ketika ada kebijakan menuju jalan yang lebih baik, lo kenapa jadi paradoks bangsa ini. Kemudian harus mandiri. Terbuka untuk perbaikan. Kami harus jadi bangsa terbuka, tidak boleh kita terlalu yakin diri sudah cukup seperti ini,” ujar dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif