Jakarta: Partai NasDem ingin memberikan pendidikan politik kepada pemilih milenial. Pasalnya, jumlah pemilih muda pada Pemilu 2024 sekitar 60 persen.
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa menghadapi tahun 2024 ada kelompok pemilih pemula yang hari ini jumlahnya begitu besar," kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Oktober 2021.
Berdasarkan data pemilih tetap (DPT) 2019, jumlah pemilih berusia 20 tahun sebesar 17.501.278 orang. Sedangkan pemilih berusia 21-30 tahun sebesar 42.843.792 orang.
Ketua Fraksi NasDem di DPR itu mengakui tak mudah memberikan edukasi politik kepada kelompok milenial dan generasi Z. Pasalnya, mereka adalah kelompok apolitik.
"Milenial dan generasi Z juga tidak suka dengan retorika, tapi melihat kepada hal-hal yang nyata dan rasional," ungkap dia.
Dia meminta pengurus dewan pengurus wilayah (DPW) dan dewan pengurus daerah (DPD) NasDem di seluruh Indonesia memahami hal tersebut. Sehingga, edukasi yang disampaikan diterima dengan baik.
"Ini menjadi tanggung jawab kita untuk mengedukasi mereka sehingga mereka mau menggunakan hak politik. Kalau tidak, demokrasi kita akan sangat rentan," ucap dia.
Baca: Ahmad Ali: NasDem Tak Sembarangan Memilih Capres 2024
Selain itu, Ali menyampaikan pesan Ketua Umum (Ketum) NasDem Surya Paloh agar seluruh kader saling membesarkan hati, menjaga soliditas, bekerja, dan merangkul masyarakat. Tidak boleh ada jarak dengan masyarakat.
"Bagaimana kader Partai NasDem membuka ruang publik untuk lebih dekat dengan masyarakat. Ini pesan yang disampaikan ketua umum," bebernya.
Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya, menjadikan kantor-kantor partai sebagai sentra pelayanan publik.
"Bagaimana kantor NasDem memfasilitasi kebutuhan publik agar tidak menjadi eksklusif. Itu concern kita bagaimana mengubah persepsi masyarakat terhadap parpol," ujar dia.
Jakarta:
Partai NasDem ingin memberikan pendidikan politik kepada
pemilih milenial. Pasalnya, jumlah pemilih muda pada
Pemilu 2024 sekitar 60 persen.
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa menghadapi tahun 2024 ada kelompok pemilih pemula yang hari ini jumlahnya begitu besar," kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Oktober 2021.
Berdasarkan data pemilih tetap (DPT) 2019, jumlah pemilih berusia 20 tahun sebesar 17.501.278 orang. Sedangkan pemilih berusia 21-30 tahun sebesar 42.843.792 orang.
Ketua Fraksi NasDem di DPR itu mengakui tak mudah memberikan
edukasi politik kepada kelompok milenial dan generasi Z. Pasalnya, mereka adalah kelompok apolitik.
"Milenial dan generasi Z juga tidak suka dengan retorika, tapi melihat kepada hal-hal yang nyata dan rasional," ungkap dia.
Dia meminta pengurus dewan pengurus wilayah (DPW) dan dewan pengurus daerah (DPD) NasDem di seluruh Indonesia memahami hal tersebut. Sehingga, edukasi yang disampaikan diterima dengan baik.
"Ini menjadi tanggung jawab kita untuk mengedukasi mereka sehingga mereka mau menggunakan hak politik. Kalau tidak, demokrasi kita akan sangat rentan," ucap dia.
Baca:
Ahmad Ali: NasDem Tak Sembarangan Memilih Capres 2024
Selain itu, Ali menyampaikan pesan Ketua Umum (Ketum) NasDem Surya Paloh agar seluruh kader saling membesarkan hati, menjaga soliditas, bekerja, dan merangkul masyarakat. Tidak boleh ada jarak dengan masyarakat.
"Bagaimana kader Partai NasDem membuka ruang publik untuk lebih dekat dengan masyarakat. Ini pesan yang disampaikan ketua umum," bebernya.
Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya, menjadikan kantor-kantor partai sebagai sentra pelayanan publik.
"Bagaimana kantor NasDem memfasilitasi kebutuhan publik agar tidak menjadi eksklusif. Itu
concern kita bagaimana mengubah persepsi masyarakat terhadap parpol," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)