Wakil Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Medcom.id/Gervin
Wakil Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Medcom.id/Gervin

Polisi Diminta Buka-bukaan Ungkap Kerusuhan 22 Mei

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Whisnu Mardiansyah • 12 Juni 2019 06:49
Jakarta: Wakil Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meminta pihak kepolisian transparan penyelidikan kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019. Polisi diminta bongkar dalang di balik kerusuhan kemarin.
 
"Perlu dilakukan (ungkap kerusuhan) dengan cara-cara yang sesuai dengan prinsip hukum dan penegakan hukum. Jadi, prinsipnya harus ada basis bukti, jangan karena framing atau karena pesanan politik, atau karena politisasi," kata Hidayat di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 11 Juni 2019.
 
Pengungkapan kerusuhan 22 Mei, bukan saja mengungkap siapa dalang dibaliknya tetapi juga kematian delapan orang saat kerusuhan terjadi. Pasalnya, ada anak di bawah umur pun yang turut menjadi korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, bongkarlah semuanya secara transparan sesuai dengan fakta-fakta hukum supaya orang masih tahu bahwa kita masih berada di negara hukum yang bernama Indonesia," jelasnya.
 
Sekelompok orang menggelar demo di depan Kantor Bawaslu pada Selasa, 21 hingga Rabu, 22 Mei 2019. Mereka menolak hasil Pemilu 2019.
 
Aksi berujung ricuh. Massa membakar ban serta melempari aparat keamanan yang menjaga demonstrasi. Massa juga merusak gerai makanan cepat saji di pusat perbelanjaan Sarinah.
 
Kepolisian bertindak cepat dengan menangkap ratusan pembuat onar tersebut. Sebanyak 257 perusuh ditangkap pada 22 Mei 2019, sedangkan 185 orang lainnya ditangkap pada Kamis, 23 Mei 2019.
 
Para pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari massa perusuh. Mereka terpisah dari massa aksi damai yang berdemonstrasi di depan Bawaslu. Total, ada 442 perusuh yang ditangkap dan dijadikan tersangka.
 
Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan. Titik itu adalah Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Slipi, dan Petamburan.
 
Polisi juga mengidentifikasi dua kelompok dari ratusan tersangka itu. Sebanyak dua orang berasal dari kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang terafiliasi dengan ISIS. Sementara itu, tiga orang lain juga diidentifikasi dari kelompok perusuh.
 

 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif