Jakarta: Politikus senior Partai Golkar dinilai bakal mempengaruhi pemilihan ketua umum (ketum) baru partai yang bakal berlangsung pada Musyawarah Nasional (Munas) mendatang. Pasalnya, ketum menjadi jembatan antar figur senior.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi mengatakan politikus senior Golkar seperti Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, maupun Luhut Binsar Panjaitan, mencari sosok ketum yang tak hanya memiliki aksesibilitas tinggi di internal Golkar. Namun, juga mampu menjembatani kepentingan kelompok yang mereka wakili.
"Ini akan ikut dinamis suasana internal Golkar. Karena tidak hanya pertarungan antara elite yang masih aktif, tetapi juga figur senior yang pengaruhnya cukup besar di struktur internal partai Golkar," ujar Ade ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019.
Kendati demikian, tokoh-tokoh senior Golkar tersebut dibaca belum menunjukkan dukungan pada salah satu calon Ketum Golkar. Petahana Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo disebut-sebut bakal meramaikan bursa calon pimpinan Golkar dalam Munas pada Desember 2019.
Ade mengatakan, fase berikutnya yang dihadapi oleh pimpinan baru partai berlogo beringin itu ialah membenahi isu seperti mengenai kader yang terjerat hukum yang berimplikasi pada perolehan suara pemilu lalu.
"Ketum Golkar tidak hanya survival tapi juga recovery serta revitalisasi kapartaian di tubuh Golkar," ujar dia.
Partai Golkar akan menggelar Munas, Desember mendatang. Salah satu agendanya yakni memilih ketum Golkar periode mendatang. Airlangga dan Bamsoet adalah dua nama yang santer bertarung merebut kursi partai berlambang pohong beringin itu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan