Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: MI/Susanto
Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: MI/Susanto

Amendemen Dibahas Usai Pelantikan Presiden

Nasional Amendemen UUD 45
Candra Yuri Nuralam • 18 Oktober 2019 02:01
Jakarta: Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku ingin fokus menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Rencana amendemen UUD 1945 baru akan dibahas setelahnya.
 
"Kita saat ini masih fokus ke pelantikan presiden dan pekan depan baru kepada rencana kerja kita lima tahun ke depan," kata Bamsoet kepada Medcom.id di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis, 17 Oktober 2019.
 
Bamsoet mengatakan pembahasan amandemen 1945 tak boleh dilakukan terburu-buru. Lagipula, MPR juga masih perlu melihat situasi publik terkait rencana amendemen itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perjalanan masih panjang tapi yang pasti kami akan mampu menghitung apapun yang dibutuhkan ditengah-tengah masyarakat," ujar Bamsoet.
 
Pembahasan amendemen 1945, kata Bamsoet, juga harus matang. MPR tak boleh salah langkah. "Usulan perubahan harus jelas, tertulis dan harus jelas bagian mana yang mau dirubah dan alasannya apa, dan pada saat pengambilan keputusan jadi sekurang-kurangnya 2/3 anggota MPR yaitu dari 711," tutur Bamsoet.
 
Bamsoet menambahkan pembahasan amendemen 1945 juga harus merujuk rekomendasi MPR periode 2014-2019. Bamsoet ingin MPR mendengar seluruh aspirasi dari tiap kalangan dengan matang sebelum mulai pembahasan.
 
"Kita titik tolaknya dari rekomendasi MPR periode yang lalu, bahwa ada usulan amandemen terbatas dan GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara)," ucapnya.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif