Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Istimewa.
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Istimewa.

Ketum PPP: Pancasila Pemersatu Keragaman

Nasional hari lahir pancasila
Dheri Agriesta • 01 Juni 2018 17:55
Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menilai ada empat hal  yang bisa direnungkan dalam merayakan Hari Lahir Pancasila. Salah satunya, membangun kesadaran masyarakat tentang keberadaan Pancasila.

"Membangun kesadaran bahwa Pancasila adalah pemersatu keragaman yang ada," kata Rommy melalui keterangan tertulis, Jumat, 1 Juni 2018.

Pancasila menjadi titik temu seluruh suku, agama, dan golongan. Pancasila, kata dia, mungkin tak bisa memuaskan seluruh pihak. Tapi, ideologi ini adalah titik optimal yang bisa menyatukan bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Selain itu, Rommy juga meminta Pancasila dijadikan tolok ukur seluruh turunan Undang-undang Dasar 1945. Sejauh ini ada banyak pasal dari UU yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi karena bertentangan dengan UUD 1945. Rommy yakin, tak ada lagi pasal yang digugat dan dibatalkan MK jika penyusunan UU mengacu pada Pancasila. "Insyaallah tidak ada lagi pembatalan norma oleh MK," kata dia.

Masyarakat pun diminta mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ketum partai berlambang kabah itu meminta masyarakat menjadi Pancasila sebagai obat bagi penyakit masyarakat. 

"Menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai obat intoleransi, radikalisme, dan liberalisme yang hari ini menyasar seluruh lini kehidupan bangsa," jelas Rommy.


(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi