Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia. Foto: Antara/Zuhdiar Laeis
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia. Foto: Antara/Zuhdiar Laeis

Kabakamla Baru Akui Banyak Tantangan Menjaga Laut Indonesia

Nasional kemaritiman
Antara • 14 Februari 2020 21:08
Jakarta: Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengakui banyaknya pekerjaan rumah (PR) yang mesti diselesaikannya. Terutama untuk membenahi badan yang dipimpinnya menghadapi tantangan menjaga keamanan lalu Nusantara.
 
"Tugas ke depan memang yang tadi disampaikan oleh Pak Taufik (Eks Bakamla Laksamana Madya TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrochman) cukup berat. Akan tetapi, ini merupakan tantangan bagi saya," kata Aan Kurnia di Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Tantangan dan permasalahan maritim di Indonesia terus bertambah. Belum lagi persoalan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Aan optimistis bisa mengatasi berbagai tantangan tersebut dengan strategi yang telah dipersiapkannya. Termasuk meningkatkan sinergi dengan pemangku kepentingan.
 
Taufik menyebut Bakamla membutuhkan sedikitnya 77 kapal dan beberapa pesawat terbang untuk menjaga zona maritim Indonesia. Namun, baru ada 10 kapal yang menjaga wilayah laut Tanah Air.
 
SDM juga perlu mendapatkan perhatian lebih karena personel Bakamla masih berupa gugus tugas dari berbagai institusi, seperti TNI dan kepolisian.
 
"Ini tidak boleh terjadi. Kenapa? Karena Bakamla bukan satuan tugas, bukan task force karena dia melakukan tugas yang luas dan berlanjut. Maka, dia harus independen," kata Taufiq menegaskan.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif