Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kasus Kekerasan Seksual di Indonesia Meningkat

Nasional antikekerasan seksual
Cindy • 08 Juli 2020 17:21
Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat adanya peningkatan kasus kekerasan seksual di Indonesia. Peningkatan kasus kekerasan seksual tersebut mencapai 100 lebih dalam setahun.
 
"Semula untuk kekerasan seksual di 2018 ada 401 kasus. bertambah 100-an kasus pada 2019 menjadi 507 kasus," ujar Wakil Ketua LPSK, Livia Iskandar, lewat diskusi secara daring, Rabu, 8 Juli 2020.
 
Menurut dia, kasus tersebut belum mencakup seluruh jumlah kejadian kekerasan seksual. Sebab, korban kerap tidak berani melapor maupun mengalami kesulitan hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada perkaranya tidak bisa naik ke pengadilan karena pelakunya adalah pejabat publik atau tokoh masyarakat. Ada juga yang mengalami ancaman dari pelaku," ucap Livia.
 
Livia memaparkan jumlah terlindung akibat kasus kekerasan seksual berdasarkan jenis kelamin sebanyak 134 laki-laki, terdiri atas 77 orang dewasa dan 57 anak-anak. Kemudian, ada 373 perempuan, terdiri atas 199 orang dewasa dan 174 anak-anak.
 
Lima wilayah tertinggi terjadinya tindak pidana kekerasan seksual, yakni Jawa Barat sebanyak 100 orang, DKI Jakarta 91 orang, dan Sumatra Utara. "Kalimantan Timur ada 39 orang yang dilindungi dan terakhir Jawa Timur sebanyak 28 orang terlindung," paparnya.
 
Baca: DPR Diminta Fokus RUU PKS Ketimbang Ketahanan Keluarga
 
Livia berharap pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) tetap dilanjutkan. Sebab, RUU PKS memberi perlindungan hukum yang cukup bagi korban kekerasan seksual.
 
"Sering kali korban diperlakukan sebagai objek, RUU ini melihat korban sebagai subjek. Ada masalah pemulihan, pemenuhan hak-hak korban dan keluarga korban," kata Livia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif