Ilustrasi -- MI/Abror
Ilustrasi -- MI/Abror

Demokrat, Gadis Seksi yang Jadi Rebutan

Doni Setiawan • 12 Desember 2014 09:33
medcom.id, Jakarta: Kisruh Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2014 tentang pilkada terus bergulir menjadi isu politik sentral di publik. Partai Demokrat menjadi penentu nasib pilkada langsung yang terkandung dalam perppu tersebut.
 
Suaranya lah yang tengah diperebutkan oleh Koalisi Indonesia Hebat (pro-perppu) dan Koalisi Merah Putih (kontra-perppu).
 
"Demokrat saat ini ibarat gadis seksi yang sedang diperebutkan kedua kubu di DPR," kata Pengamat politik Ansi Lema di Bincang Pagi Metro TV, Jumat (12/12/2014).

Menakar dinamika yang terjadi saat ini, Demokrat punya posisi penting bagi keberlanjutan nasib pilkada langsung yang akan dibahas DPR pada Januari 2015. Ia menyebut Demokrat sekarang punya posisi menentukan perubahan arah politik di DPR yang selama ini digadang-gadang milik Partai Golkar.
 
"Golkar sekarang keropos akibat konflik internal. Mereka bukan lagi penentu arah koalisi dan politik. Sekarang, bandul penting yang akan jadi penentu ada di tangan Demokrat," ungkap Ansi.
 
Seperti yang diketahui, isu Perppu 1/2014 kembali mencuat setelah Ketum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie menolak Perppu Pilkada Langsung. Sontak, pernyataan tersebut membuat berang Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang YUdhoyono. Presiden Indonesia ke-6 itu menilai Ical ingkar janji saat Perppu diteken atas kesepakatan bersama parpol Koalisi Merah Putih.
Belakangan, melalui Twitter, Ical berbalik arah dengan berkicau mendukung pilkada langsung yang terkandung dalam Perppu Nomor 1 tahun 2014.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>