medcom.id, Jakarta: Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Bali yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada menjadi blunder bagi Aburizal Bakrie (Ical). Bukan hanya itu, kebijakan yang dianggap tak pro rakyat ini justru menguntungkan Agung Laksono yang merupakan rival Ical di internal Partai Golkar.
DPD-DPD yang semula mendukung Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar bisa berbalik ke kubu Agung. Seperti diketahui, kelompok yang dimotori Agung rencananya akan menggelar Munas Januari tahun depan.
Perhitungan ini muncul dalam survei yang baru dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan tajuk 'Munas Golkar di Mata Publik'. Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan keputusan yang dianggap blunder ini bisa dimanfaatkan Agung Laksono cs.
Agung sejak awal menjanjikan bakal membawa Golkar berupaya mengembalikan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung.
Sementara Ical bisa jadi dianggap mengkhianati slogan Partai Golkar, 'Suara Golkar Suarat Rakyat'. Ical juga bisa dinilai tak punya komitmen dengan melanggar kesepakatan bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait Perppu.
"Dengan adanya blunder ini membuat angin segar Munas pada bulan Januari. Ini tambahan amunisi oleh Agung Laksono. Pilkada langsung didukung rakyat. Otomatis sentimen masyarakat akan ke Pak Agung, akhirnya DPD akan beralih ke suara Agung," kata Ardian di kantor LSI, Graha Dua Rajawali, Jakarta Timur, Jumat (5/12/2014).
Apalagi kata Ardian bila pendekatan kubu Agung pada DPD berhasil, maka bukan tidak mungkin semua kekuatan bersatu.
"Seandainya Munas Golkar versi Agung Laksono Januari 2015 nanti berhasil mendatangkan mayoritas pemilik suara Golkar, tak mustahil justru Golkar versi Agung Laksono dan kawan-kawan ini yang lebih didukung publik," tandas dia.
medcom.id, Jakarta: Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Bali yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada menjadi blunder bagi Aburizal Bakrie (Ical). Bukan hanya itu, kebijakan yang dianggap tak pro rakyat ini justru menguntungkan Agung Laksono yang merupakan rival Ical di internal Partai Golkar.
DPD-DPD yang semula mendukung Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar bisa berbalik ke kubu Agung. Seperti diketahui, kelompok yang dimotori Agung rencananya akan menggelar Munas Januari tahun depan.
Perhitungan ini muncul dalam survei yang baru dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan tajuk 'Munas Golkar di Mata Publik'. Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan keputusan yang dianggap blunder ini bisa dimanfaatkan Agung Laksono cs.
Agung sejak awal menjanjikan bakal membawa Golkar berupaya mengembalikan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung.
Sementara Ical bisa jadi dianggap mengkhianati slogan Partai Golkar, 'Suara Golkar Suarat Rakyat'. Ical juga bisa dinilai tak punya komitmen dengan melanggar kesepakatan bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait Perppu.
"Dengan adanya blunder ini membuat angin segar Munas pada bulan Januari. Ini tambahan amunisi oleh Agung Laksono. Pilkada langsung didukung rakyat. Otomatis sentimen masyarakat akan ke Pak Agung, akhirnya DPD akan beralih ke suara Agung," kata Ardian di kantor LSI, Graha Dua Rajawali, Jakarta Timur, Jumat (5/12/2014).
Apalagi kata Ardian bila pendekatan kubu Agung pada DPD berhasil, maka bukan tidak mungkin semua kekuatan bersatu.
"Seandainya Munas Golkar versi Agung Laksono Januari 2015 nanti berhasil mendatangkan mayoritas pemilik suara Golkar, tak mustahil justru Golkar versi Agung Laksono dan kawan-kawan ini yang lebih didukung publik," tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)