Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Antara.
Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Antara.

Daerah Otonomi Baru Masih Bergantung pada Pemerintah Pusat

Nasional dpd ri pemekaran daerah
Sri Utami • 29 September 2020 18:00
Jakarta: Sejumlah wilayah hasil pemekaran disebut masih bergantung pada pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) mereka bahkan lebih kecil dari dana bantuan pemerintah pusat.
 
“Masih ada pekerjaan rumah, moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB),” kata Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam pidato jelang Hari Ulang Tahun ke-16 DPD, Selasa, 29 September 2020
 
La Nyalla menyebut sejak 1999-2014 pemerintah telah meloloskan 223 DOB, terdiri dari delapan provinsi, 181 kabupaten dan 34 kota. Dalam evaluasi DPD, daerah pemekaran tersebut masih bergantung pada APBN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DPD mendorong terbitnya peraturan pemerintah tentang tata cara pembentukan pemekaran dan penggabungan daerah. La Nyalla juga menyebut perlunya penggabungan peraturan pemerintah tentang desain besar daerah sebagai kebijakan nasional peta jalan penataan otonomi daerah di Indonesia sampai 2025.
 
Aturan tersebut, lanjut La Nyalla, diharapkan akan memberikan rambu penilaian usulan pemekaran daerah yang pada dasarnya harus melalui kajian dari berbagai aspek kepentingan nasional, daerah dan kepentingan sosial ekonomi.
 
“DPD mendorong peraturan pemerintah itu karena hingga saat ini belum ada peraturan yang diterbitkan terkait UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah. Padahal harusnya dua tahun setelah UU itu ada,” katanya.
 
La Nyalla memaparkan sejak 2014 pemerintah melakukan moratorium pemekaran daerah. Sebab, pendapatan asli daerah lebih kecil dari dana transfer pemerintah pusat.
 
“Ini jadi tantangan untuk daerah berbenah diri dalam meningkakan pendapatan daerah melalui inovasi dan kebijakan daerah. Kami mendrong pemerintah pusat membantu pemerintah daerah dalam pendapatan ini sehingga pendapatan daerah tidak selalu bergantung pada pusat,” ujarnya.
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif