Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusap wajahnya seusai berdoa bersama bagi para korban letusan Gunung Merapi saat memberikan keterangan pers di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/11/2010). ANT/Widodo S Jusuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusap wajahnya seusai berdoa bersama bagi para korban letusan Gunung Merapi saat memberikan keterangan pers di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/11/2010). ANT/Widodo S Jusuf

UU Pilkada

Lima: SBY Otak Pembunuhan Demokrasi

Rizky Ferdyansyah • 29 September 2014 19:07
medcom.id, Jakarta: Susilo Bambang Yudhoyono dituding menjadi otak pembunuhan demokrasi di Indonesia. Presiden RI periode 2004-2014 itu dinilai sebagai dalang pengesahan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada).
 
"Aktor dari semua kegagalan, terkuburnya demokrasi, jelas yang patut disebut dalang adalah SBY," ujar Direktur Eksekutif Lingkaran Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, saat berorasi di depan Istana Negara Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2014).
 
Penyesalan SBY tidak cukup. Bahkan, pernyataan ketidaksetujuannya pun mubazir. "Pak SBY datang langsung (ke DPR) menyatakan secara lisan, menyampaikan langsung tidak setuju," kata Ray.

Ray pun mengundang masyarakat Indonesia untuk andil dalam mengembalikan demokrasi rakyat Indonesia. Minimal dengan melempar bunga di depan Istana.
 
"Ini undangan ke masyarakat kalau berduka. Setiap melintas di Istana melempar satu bunga sebagai bentuk duka terhadap tewasnya demokrasi," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>