Penggagas Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. Foto: Gervin
Penggagas Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. Foto: Gervin

Partai Gelora Harus Berbeda dengan PKS

Nasional balada fahri hamzah
Antara • 09 November 2019 12:29
Jakarta: Pengamat politik Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Ahmad Khoirul Umam menyarankan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia membedakan diri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab, partai baru ini lekat dihubungkan dengan partai berlambang bulan sabit dan padi itu.
 
"Membedakan diri baik dari aspek karakter pergerakan, identitas ideologis, visi-misi, dan platform kepartaian, hingga kelangsungan logistik," kata Khoirul seperti yang dikutip dari Antara, Jakarta, Sabtu, 9 november 2019.
 
Pendirian Partai Gelora Indonesia saat ini masih proses administrasi dan pengurusan badan hukum. Namun, Khoirul menilai sepak terjang partai hasil eksperimen Anis Matta dan Fahri Hamzah patut dicermati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khoirul menyebut ada dua idiom yang berkembang di tubuh PKS. Dua idiom itu, yaitu faksi keadilan yang dianggap lebih ideologis dan faksi kesejahteraan yang lebih
berorientasi ekonomi.
 
"Anis Matta dan Fahri Hamzah identik sebagai faksi kesejahteraan, sedangkan senior-senior seperti Hidayat Nur Wahid identik dengan faksi keadilan. Itu hanya permainan idiom saja. Langkah perilaku politik mereka ke depan yang akan mengonfirmasi di bagian mana mereka berposisi," kata Khoirul.
 
Kemampuan Partai Gelora membedakan diri dari partai induknya akan menentukan kemampuan mereka bertahan dan lolos ambang batas parlemen pada pemilu 2024.
 
"Tapi kalau (partai) Gelora hanya menduplikasi apa yang dilakukan PKS, kecil kemungkinan mereka bisa bertahan. Karena ceruk massa dan logistik mereka akan disedot oleh partai induknya sendiri," ujar Dosen Ilmu Politik di Universitas Paramadina itu.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif