Jakarta: Nama Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono belum dipertimbangkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Pasalnya, partai lambang bintang mercy itu belum terdaftar sebagai anggota koalisi yang digagas Golkar, PAN, dan PPP itu.
"Ya Demokratnya saja belum bergabung," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Nurul Arifin di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Minggu, 10 Juli 2022.
Anggota Komisi I itu menyampaikan ada syarat nama AHY dipertimbangkan. Partai penguasa pada Pemilu 2009 itu harus bergabung terlebih dahulu dengan KIB.
"Tunggu Demokratnya bergabung dulu," ungkap dia.
Bergabung dengan KIB juga belum menjadi jaminan. Sebab, keputusan pengusungan pasangan calon ada di tangan seluruh anggota koalisi, bukan domain satu atau dua partai.
"Itu keputusan bersamakan kita sifatnya equel kolegial dan setara jadi dalam mengambil keputusan demikian," sebut dia.
Selain itu, dia menyampaikan Golkar tetap mengupayakan menawarkan Ketua Umumnya Airlangga Hartarto sebagai capres. Sebab, hal itu merupakan keputusan partai.
"Kalau dari kami yang jelas Pak Airlangga. Kalau pembicaraan-pembicaraan yang lain semuanya diserahkan kepada kesepakatan di koalisi tersebut," ujar dia.
Jakarta: Nama Ketua Umum (Ketum)
Partai Demokrat
Agus Harimurti Yudhoyono belum dipertimbangkan
Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Pasalnya, partai lambang bintang mercy itu belum terdaftar sebagai anggota koalisi yang digagas Golkar, PAN, dan PPP itu.
"Ya Demokratnya saja belum bergabung," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Nurul Arifin di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Minggu, 10 Juli 2022.
Anggota Komisi I itu menyampaikan ada syarat nama AHY dipertimbangkan. Partai penguasa pada Pemilu 2009 itu harus bergabung terlebih dahulu dengan KIB.
"Tunggu Demokratnya bergabung dulu," ungkap dia.
Bergabung dengan KIB juga belum menjadi jaminan. Sebab, keputusan pengusungan pasangan calon ada di tangan seluruh anggota koalisi, bukan domain satu atau dua partai.
"Itu keputusan bersamakan kita sifatnya
equel kolegial dan setara jadi dalam mengambil keputusan demikian," sebut dia.
Selain itu, dia menyampaikan Golkar tetap mengupayakan menawarkan Ketua Umumnya Airlangga Hartarto sebagai capres. Sebab, hal itu merupakan keputusan partai.
"Kalau dari kami yang jelas Pak Airlangga. Kalau pembicaraan-pembicaraan yang lain semuanya diserahkan kepada kesepakatan di koalisi tersebut," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)