Wakil Sekretaris TKN KIK Raja Juli Antoni (kanan). Foto: MI/Ramdani
Wakil Sekretaris TKN KIK Raja Juli Antoni (kanan). Foto: MI/Ramdani

Istilah 'Politikus Sontoloyo' Bentuk Kemarahan Jokowi

Nasional pilpres 2019 Dana Kelurahan
Arga sumantri • 24 Oktober 2018 11:58
Jakarta: Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Raja Juli Antoni menilai istilah 'politikus sontoloyo' merupakan bentuk kemarahan Presiden Joko Widodo. Jokowi kesal bila ada politikus mengganggu kepentingan rakyat.
 
"Pak Jokowi hanya marah bila nasib rakyat dipermainkan oleh pihak mana pun termasuk para politikus," kata Antoni melalui keterangan tertulis, Rabu, 24 Oktober 2018.
 
Istilah itu mencuat saat Jokowi membahas rencana program dana kelurahan. Banyak yang mengaitkan rencana tersebut sebagai upaya politisasi kebijakan jelang Pilpres 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Istilah Politikus Sontoloyo Dinilai Bentuk Kekesalan Jokowi
 
Dana kelurahan, terang Antoni, dicetuskan atas penyerapan aspirasi masyarakat. Ada kebutuhan nyata mendesak di tingkat kelurahan untuk menyejahterakan masyarakatnya.
 
"Aspirasi rakyat itu disampaikan oleh para lurah dan wali kota seluruh Indonesia," tegas dia.
 
Ia menyesalkan adanya pihak-pihak yang malah memolitisasi kebijakan ini. Menurut Antoni, seluruh pihak harusnya bisa mendukung dan mengawal program.
 
"Tidak perlu banyak ngomong. Berhenti nyinyir. Berhenti menjadi politikus sontoloyo," ucap politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
 
Baca: Jokowi: Hati-Hati Banyak Politikus Sontoloyo
 
Selama ini, menurut dia, Jokowi merupakan politikus santun. Jokowi tak pernah marah dihina dan difitnah secara personal. "Pak Jokowi akan 'pasang badan' bila kepentingan rakyat diganggu."
 
Presiden Joko Widodo gemas dana kelurahan yang hendak digelontorkan pemerintah ditarik menjadi isu politik. Jokowi meminta masyarakat tak terseret isu yang dilontarkan para politikus.
 
"Itulah kepandaian para politikus, memengaruhi masyarakat. Hati-hati. Banyak politikus yang baik, tapi juga banyak politikus yang sontoloyo," kata Jokowi di Lapangan Bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi