Politikus PSI Sebut Gerindra Peragakan divide et impera

Lukman Diah Sari 12 Oktober 2018 12:54 WIB
fadli zon
Politikus PSI Sebut Gerindra Peragakan <i>divide et impera</i>
Juru bicara Bidang Hukum PSI Rian Ernest/Medcom.id/Lukman Diah Sari
Jakarta: Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest menilai elite politik di Partai Gerindra telah berulang kali menggunakan strategi politik pecah belah. Bukan cuma sekali melalui lagu 'Potong Bebek Angsa PKI'.

"Saya katakan ini politik divide et impera dan teman-teman Gerindra bukan kali ini, sudah berulang kali. Kita sudah muak. Cukup, cukup, cukup, kita laporkan," ucap Rian di Direktorat Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Dia menginginkan agar kubu dari Gerindra mengajukan ide juga gagasan. Bukan cuma bernyanyi, sindir, juga gimik.


"Gimik tempe, gimik partai emak-emak, tapi mana idenya itu yang akan kita perdebatkan," jelas Juru bicara Bidang Hukum PSI ini.

Baca: Politikus PSI Muak dengan Polah Fadli Zon

Dia tak sepakat jika dengan pernyataan Fadli Zon yang mengatakan lagu Potong 'Bebek Angsa PKI adalah sebuah kreativitas dalam demokrasi.

"Apa yang kreatif. Kreatif harus yang positif, kreatif tanpa batas repot. Karena ini keluar dari (tugas) wakil ketua DPR," bebernya.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id