Melejitnya Suara Asyik tak Mengejutkan
Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia, Philips J Vermonte - MI/Susanto.
Jakarta: Pasangan calon gubernur Jawa Barat nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu menempel ketat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dalam hasil hitung cepat Pilgub Jabar 2018 sejumlah lembaga survei. Suara paslon nomor 3 itu melejit dari sejumlah hasil survei yang dirilis sebelum pemilihan. 

Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia, Philips J Vermonte berpendapat, kenaikan suara pasangan Asyik tak terlalu mengejutkan. Fenomena yang sama pernah terjadi pada Pilgub Jabar tahun 2013. 

"Pada Pilkada 2013, pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki itu di survei juga paling bontot. Tapi pada hari H ternyata hanya selisih 3 persen suaranya," beber Phillips dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Juni 2018. 


Pada pemilihan di tahun yang sama di Sumatera Utara, pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Ery Nuradi juga menang tipis dari pasangan Effendy Simbolon-Jumiran Abdi. Padahal, pasangan Effendy-Jumiran selalu ada di urutan buncit dalam sejumlah survei sebelum pencoblosan. 

(Baca juga: Asyik Melejit karena #2019GantiPresiden)

Phillips menyebut, perbedaan angka antara hasil survei dan real count memang wajar terjadi. Hal ini lantaran hasil survei hanya menggambarkan persepsi masyarakat saat survei dilakukan. 

Adapun, faktor yang paling menentukan kemenangan paslon dalam kontestasi adalah kesediaan responden untuk mencoblos pada saat hari pemungutan suara. 

"Yang paling penting itu respondennya datang mencoblos. Karena itu ketokohan penting, tapi mesin partai juga penting," tandas dia. 

Phillips menyayangkan pernyataan sejumlah politisi yang meragukan hasil hitung cepat lembaga survei, ketika calon yang diusung partainya berada di posisi yang tak menguntungkan. Namun, tak memprotes saat calon yang dijagokannya unggul. 

"Dalam hal kejutan di Jawa Barat dan Jawa Tengah, kesalahan ditimpakan kepada lembaga survei. Tapi hasil lembaga survei yang sama di Sumatera Utara tak diprotes karena kandidatnya menang," tukas dia. 

(Baca juga: Gerindra Tampik Kemenangan Sementara Rindu)





(REN)