PBB Fokus Rebut Kursi Senayan
PBB. Ilustrasi: Medcom.id/Rakhmat Riyandi.
Jakarta: Partai Bulan Bintang (PBB) akan fokus pada pemilihan legislatif (pileg) 2019. PBB berupaya merebut kursi di Kompleks Senayan jika partainya tidak dirangkul Koalisi Umat.

Pilihan akan diambil jika Ketua Umum (Ketum) PBB Yusril Ihza Mahendra tidak bisa mendaftar sebagai calon presiden (capres). Pasalnya, Yusril terganjal syarat ambang batas pencalonan presiden.

"Pak Ketum kemungkinan besar maju jadi caleg, memperbesar dan memperkuat Partai Bulan Bintang," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Afriansyah Noor kepada Medcom.id, Jumat, 18 Juli 2018.


Menurut dia, PBB pernah mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Aturan ini menyatakan ambang batas pencalonan presiden, yakni 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional. 

Permohonan uji materi PBB ditolak MK. Hal ini menyebabkan PBB tidak bisa mengusung Yusril menjadi capres pada Pilpres 2019. 

Baca: PDIP dan Demokrat Jalin Kesepakatan

PBB pun, kata dia, akan melimpahkan dukungan kepada lawan Presiden Joko Widodo. Mereka kemungkinan bergabung dengan koalisi Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Kalau capres nanti yang melawan Jokowi nanti tidak jelas, kita konsentrasi pileg saja. Kami akan menempatkan orang-orang kami di DPR sebagai oposisi," kata Afriansyah.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id