Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo, Usman Kansong/Medcom.id/Fikar
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo, Usman Kansong/Medcom.id/Fikar

Presidensi G20, Kominfo Optimalkan Komunikasi Publik ke Media Luar Negeri

Achmad Zulfikar Fazli • 19 Mei 2022 11:16
Bandung: Presidensi G20 Indonesia disebut bagian dari Nation Branding Indonesian di mata dunia. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mengoptimalkan komunikasi publik ke luar negeri terkait Presidensi G20
 
“Kita harus memikirkan taktik agar Presidensi G20 menarik perhatian media massa internasional dan menarik perhatian masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo, Usman Kansong, di Bandung, Kamis, 19 Mei 2022.
 
Usman menjelaskan pihaknya melakukan strategi media briefing atau pengarahan media internasional yang memiliki perwakilan di Indonesia. Kominfo juga mengirimkan berbagai press release kegiatan Presidensi G20

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan pantauan Kominfo, peliputan yang diberitakan media asing untuk event-event tertentu sangat masif. Misalnya, stasiun televisi dalam jaringan Asia Pasifik Broadcasting Union dan European Broadcasting Union, beberapa di antaranya menyiarkan perhelatan ataupun pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. 

Isu Rusia dan Ukraina 


Usman mengakui media asing sangat tertarik dengan sikap Indonesia, selaku Presiden G20, dalam mengambil sikap terkait perang Rusia dan Ukraina. Sikap dunia memang terbelah terkait kehadiran pimpinan dari dua negara yang tengah berseteru tersebut. 
 
Baca: Pertemuan Kedua EdWG G20 Digelar 18-19 Mei Secara Daring
 
Menurut Usman, isu ini perlu dikelola dengan baik agar pemberitaannya positif atau netral bagi Indonesia. 
 
“Dan ini saya kira tantangan-tantangan dan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk menunjukkan leadershipnya untuk menunjukkan kepemimpinan, untuk menunjukkan presidensinya bahwa kita bisa mengelola dinamika yang terjadi di dalam konteks geopolitik,” ujar Usman. 
 
Sementara itu, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan pemerintah harus kreatif mengemas isu-isu G20 menjadi informasi yang menarik. Sehingga memantik ketertarikan media-media internasional. 
 
Menurut dia, berbagai strategi komunikasi publik, seperti pemanfaatan platform-platform digital harus dilakukan secara optimal. “Kita harus semakin sering berinteraksi dengan media, agar mereka tertarik untuk terus memberikan pemberitaan terhadap G20," ujar dia. 
 
Pemerintah juga bisa mengoptimalkan peran Kantor Perwakilan di masing-masing negara peserta G20 untuk menjadi corong komunikasi dengan meliput kegiatan dan isu yang berkembang selama perhelatan Presidensi G20. 
 
Head Editor The Jakarta Post, Tama Salim, dan Correspondent Al-Jazeerah, Jessica Anne Washington, mengapresiasi langkah Kominfo dalam melakukan International Communication dan Public Outreach yang berisi strategi komunikasi G20 untuk menarik minat media asing. 
 
Tama mengatakan pada dasarnya, media memainkan peran sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. Semakin sering pemerintah berinteraksi dengan media, khususnya media asing dalam konteks Presidensi G20, akan semakin dapat menjangkau pembaca di berbagai segmen. 
 
“Karena masing-masing media memiliki karakter dan memiliki pasar informasi tersendiri. Semakin banyak media yang dilibatkan, akan semakin banyak daya jangkau pembaca akan informasi G20,” ujar dia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif