Ilustrasi media sosial. Medcom.id
Ilustrasi media sosial. Medcom.id

Komunitas Dunia Digital Bisa Jadi Penentu Pemenangan Pilpres 2024

Achmad Zulfikar Fazli • 06 Juli 2022 14:45
Jakarta: Peran komunitas dunia digital (pemilik akun Facebook dan WhatsApp) dinilai semakin besar dalam menentukan pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kantong pemilih komunitas dunia digital berada di atas 50 persen.
 
"Menjelang Pilpres 2024, jumlah komunitas digital mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan masa sebelum Pilpres 2019," ujar Direktur CPA Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ade Mulyana, Jakarta, Rabu, 6 Juli 2022.
 
Ade menjabarkan pada 2017, mereka yang menggunakan Facebook sebesar 29,1 persen. Sedangkan, mereka yang menggunakan WhatsApp sebesar 47 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menjelang Pilpres 2024, pemilih yang menggunakan Facebook sebesar 51,8 persen, dan mereka yang menggunakan WhatsApp sebesar 60 persen.
 
Mereka yang menggunakan media sosial lainnya seperti Instagram dan YouTube juga mengalami kenaikan. Namun, pengguna Instagram dan YoTube masih di bawah 50 persen pada 2022.
 
"Pengguna Instagram meningkat dari 13,7 persen di tahun 2017, menjadi 22,6 persen di tahun 2022. Pengguna YouTube dari 19,7 persen di tahun 2017 menjadi 45 persen di tahun 2022," jelas dia.
 
Pada segmen komunitas digital atau politik digital, poros koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, dan PPP disebut lebih unggul. Sementara itu, poros PDIP, dengan tokoh utamanya Puan Maharani unggul di segmen wong cilik. Sedangkan, poros Gerindra dan PKB unggul tipis di segmen pemilih muslim.
 
Dukungan dari pemilih yang menggunakan Facebook kepada partai-partai poros KIB sebesar 23,2 persen, dukungan terhadap poros PDIP sebesar 12,6 persen, dan poros Gerindra-PKB sebesar 17,6 persen. Sementara itu, dukungan terhadap partai lainnya sebesar 19,8 persen.
 

Baca: Golkar Minta Akar Rumput Perkuat Konsolidasi KIB hingga ke Daerah


Pengguna WhatsApp yang mendukung poros KIB sebesar 20,7 persen. Dukungan terhadap poros PDIP sebesar 13 8 persen, dan dukungan terhadap poros Gerindra-PKB sebesar 19,9 persen.
 
Ade menjelaskan penyebab KIB unggul dalam segmen politik digital. Pemilih KIB, kata dia, lebih banyak tinggal di perkotaan, dari segmen pendidikan dan pendapatan tinggi, dan umumnya aktif.
 
Survei dilakukan pada 24 Mei-7 Juni 2022, dengan menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi. Metodelogi yang digunakan multistage random sampling dengan wawancara dilaksanakan secara tatap muka. Margin of error survei ini sebesar +/- 2,9 persen. Survei dilengkapi data kualitatif hingga 5 Juli 2022.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif