Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani.

Jokowi dan Presiden UEA Bahas Tindak Lanjut Investasi IKN

Indriyani Astuti • 02 Juli 2022 05:41
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan. Pertemuan kedua pemimpin negara ini untuk membahas tindak lanjut investasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pada pertemuan itu dibahas komitmen investasi UEA untuk IKN. Antara lain, pendanaan pembangunan IKN Fund oleh Indonesia Investment Authority (INA).
 
"Yang lain akan disiapkan paket investasi oleh Indonesia. Pemerintah sedang menggodok peraturan investasi di IKN," ujar Retno dalam keterangan secara daring terkait dengan pertemuan Jokowi dan Presiden PEA, Jumat, 1 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyatakan Presiden Jokowi juga bertukar pikiran mengenai peperangan antara Ukraina dan Rusia serta hasil kunjungan presiden ke Kyiv dan Moskow. Presiden kembali menekankan walaupun situasi masih sangat sulit, namun semangat perdamaian tidak boleh luntur. 
 
"Semua pihak harus berkontribusi agar rantai pasok pangan dan pupuk bisa segera dipulihkan," ujar Retno.
 

Baca: Potret Peremuan Jokowi dengan Sejumlah Investor dan Pengusaha UEA


Kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan kerja sama Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Retno menjelaskan terbentuknya CEPA diharapkan membuka peluang perdagangan kerja sama baru dua negara. Khususnya, sektor industri jasa, industri halal, dan jasa keuangan syariah.
 
"Dalam kunjungan juga diperkuat kerja sama di bidang pertahanan, dalam protokol industri yang ditandatangani menteri pertahanan," ucap dia.
 
Kedua pemimpin juga sepakat meningkatkan kerja sama terkait perubahan iklim yaitu mangrove. Antara lain pembentukan Mangrove Alliance for Climate yang akan diluncurkan pada KTT di Bali November 2022 dan pembangunan Mohamed bin Zayed Mangrove Research Center dengan proyek percontohan mangrove bersama di lahan 10 ribu hektare di Indonesia.
 
Lalu, disepakati juga kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara Universitas Nahdlatul Ulama dengan Mohamed bin Zayed University untuk program kemanusiaan.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif