Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat/Istimewa
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat/Istimewa

Lestari Moerdijat: Indonesia Mesti Terdepan Mendorong Perdamaian Rusia-Ukraina

Fachri Audhia Hafiez • 26 Mei 2022 15:49
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menilai Indonesia harus mampu menjadi garda terdepan mendorong perdamaian di konflik Rusia-Ukraina. Sesuai termaktub dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
 
"Pada alinea pertama UUD 1945 mengamanatkan kepada kita untuk ikut menciptakan perdamaian dunia dengan mencegah penjajahan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan," kata Rerie melalui keterangan tertulis, Kamis, 26 Mei 2022.
 
Krisis Rusia-Ukraina, kata Rerie, harus segera diakhiri. Karena berdampak pada sejumlah tatanan berbagai sektor penting di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Presiden Bank Dunia: Perang di Ukraina Dapat Picu Resesi Global
 
"Belum tuntas dampak pandemi kita atasi, sejumlah krisis yang mengikutinya memberi tekanan tersendiri dalam upaya negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk bangkit," ujar Rerie.
 
Ancaman kemanusiaan dalam krisis Rusia-Ukraina juga harus diakhiri. Langkah ini perlu didukung seluruh negara termasuk Indonesia.
 
"Berharap Indonesia dapat melakukan langkah dan sikap yang tepat dalam ikut serta mengatasi konflik Rusia-Ukraina menuju perdamaian," ucap Rerie.
 
Anggota Komisi I, Muhammad Farhan, menuturkan krisis Rusia-Ukraina berdampak pada sektor ekonomi terkait sumber daya alam dan ketersediaan komoditas. Selain itu, sanksi terhadap Rusia dari sejumlah negara dunia akan mempengaruhi keseimbangan ketersediaan komoditas di dunia. 
 
"Sanksi tersebut, justru mendorong Rusia untuk menguasai Ukraina," kata Farhan.
 
Menurut Farhan, untuk tercapainya menciptakan perdamaian dunia, Indonesia harus condong terhadap salah satu pihak dalam konflik tersebut. Di sisi lain, upaya perdamaian dalam konflik tersebut bisa dicapai bila Ukraina menyerah dan memberikan kemerdekaan kepada sejumlah negara bagiannya. 
 
"Bila Indonesia tetap bersikap non blok krisis Rusia-Ukraina akan terus dalam status quo," ucap Farhan.
 
Pengamat Militer dan Pertahanan Keamanan, Connie Rahakundini Bakrie, mengatakan Indonesia harus konsisten dengan Gerakan Non-Blok untuk menghentikan perang. Negara-negara yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok harus berani mengakhiri diskriminasi terhadap Rusia dan sejumlah negara dalam bentuk sanksi dari negara adidaya. 
 
"Untuk menciptakan perdamaian dunia salah satunya adalah dengan menciptakan regional ballance of power di sejumlah kawasan," ucap Connie.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif