Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

LGBT Harus Dihambat Sejak Penerimaan Calon Prajurit

Nasional tni-polri LGBT TNI Polri
Anggi Tondi Martaon • 15 Oktober 2020 15:22
Jakarta: TNI harus menghambat penyimpangan seksual, seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sejak dini. Upaya itu harus dilakukan mulai dari penerimaan calon prajurit TNI.
 
"Yang bisa dilakukan saat ini oleh TNI adalah melakukan telaah pendataan terhadap informasi pribadi calon prajuritnya," kata anggota Komisi I Bobby Adhityo Rizaldi kepada Medcom.id, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
Menurut dia, upaya seleksi ketat terhadap calon prajurit yang terindikasi LGBT harus didukung regulasi. Payung hukum yang ada selama ini hanya bisa diterapkan ke prajurit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Proses rekrutmen calon prajurit, perlu dibuat regulasinya lagi," ungkap politikus Partai Golkar itu.
 
Baca: Fenomena LGBT Harus Jadi Perhatian Serius Pimpinan TNI
 
Dia mengatakan aturan pelarangan LGBT saat penerimaan bisa melalui surat telegram (ST). Sebab, ketentuan pelarangan LGBT di lingkungan TNI sudah ada dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
 
"Jadi regulasi ya, bukan legislasi, itu (berlaku) di tingkat internal TNI," ujar dia.
 
Bobby menyerahkan temuan kelompok LGBT di lingkungan angkatan bersenjata Indonesia kepada Markas Besar (Mabes) TNI. LGBT dianggap sebagai perbuatan yang melanggar disiplin.
 
"(Tindak lanjut) berdasarkan ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 yang memuat aturan mengenai perbuatan yang tidak patut dilakukan oleh Prajurit TNI," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif