Ilustrasi. MI/Panca Syurkani
Ilustrasi. MI/Panca Syurkani

Hiraukan SKB Seragam Sekolah, Walkot Pariaman Ditegur

Kautsar Widya Prabowo • 17 Februari 2021 19:12
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegur Wali Kota Pariaman, Sumatra Barat, Genius Umar. Dia enggan menjalankan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri terkait seragam dan atribut sekolah khusus keagamaan.
 
"Kemarin saya telepon dengan yang bersangkuan Pak Genius Umar. Saya ingatkan tugasnya kepala daerah menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan, SKB adalah peraturan perundang-undangan," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik dalam konferensi pers, di Gedung A Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Januari 2021.
 
Akmal menyebut pihaknya tak memberikan sanksi kepada Genius. Sanksi tegas akan diberikan ketika Genius kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia berharap melalui tindakan persuasif ini dapat mengubah sudut pandang Genius. Sehingga, SKB tiga menteri dapat dijalankan dengan baik.
 
(Baca: Wali Kota Pariaman: SKB Seragam Sekolah Berlebihan)
 
"Yang jelas dengan komunikasi kami yakin Pak Wali akan memahami tanggung jawabnya," tutur dia.
 
Sebelumnya, Genius menilai Surat SKB Tiga Menteri tentang seragam dan atribut sekolah khusus keagamaan berlebihan. Dia menilai SKB terbit lantaran kasus di satu sekolah.
 
"Padang ini hanya satu kasus, (seharusnya) tidak perlu dengan SKB. Cukup menterinya surati gubernur, agar wali kotanya, kepala sekolahnya SMK ini jangan memaksakan pakaian muslim," kata Genius kepada Medcom.id, Selasa, 16 Februari 2021.
 
Genius menyebut pakaian muslim di Sumatra Barat telah menjadi budaya. Sementara itu, sekolah merupakan tempat pembentukan karakter dalam menjalankan budaya berpakaian muslim tersebut.
 
"Karakter yang kita latih di sekolah ini adalah karakter islami dan sudah menjadi budaya Minang Kabau, Adaik basandi syarak-syarak basandi Kitabullah (seluruh adat yang digunakan oleh masyarakat Minangkabau harus mengacu kepada syariat Islam, yang pada gilirannya didasarkan pada Al-Qur'an dan Sunah)," tutur dia.
 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif