Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) mendeklarasikan diri sebagai capres bersama cawapres Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) mendeklarasikan diri sebagai capres bersama cawapres Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Prabowo Akui Penunjukan Sandi Lewati Proses Panjang

Muhammad Al Hasan • 10 Agustus 2018 00:23
Jakarta: Calon presiden Prabowo Subianto mengaku pencarian calon wakilnya untuk bertarung dalam Pilpres 2019 tidak mudah. Ia harus melewati serangkaian proses panjang sebelum memutuskan memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. 
 
Prabowo mengatakan, proses pencarian sosok cawapresnya tidak mudah. Ia mengaku terus berunding dengan tokoh-tokoh dari partai politik seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hingga Partai Demokrat. 
 
"Proses ini tidak mudah, proses ini melelahkan. Saya berunding terus dengan tokoh-tokoh politik dari PKS, PAN, juga Partai Demokrat," kata Prabowo saat deklarasi di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018.

Ia mengakui, membangun suatu koalisi tidak mudah. Namun, begitu, Prabowo mengaku, sejak awal, Gerindra, PKS, dan PAN telah membentuk koalisi secara de facto. 
 
Koalisi ini, kata dia, bermula dari tanggung jawab bersama. Apalagi, saat mereka menghadapi berbagai masalah yang pelik, rawan, terutama dalam Pilkada Gubernur DKI 2017 lalu.
 
"Oleh karena itu, saya terus berusaha menjalin kepercayaan, kerja sama yang erat, walaupun tetap kita berusaha membuka komunikasi dengan semua pihak," tutur dia. 
 
Baca: Prabowo Gandeng Sandiaga sebagai Cawapres
 
Selain dengan parpol koalisi, Prabowo menyebut juga telah bertemu dengan sejumlah tokoh seperti Puan Maharani dari PDI Perjuangan dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.  Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk terus membangun suatu koalisi yang besar.
 
Gerindra dan Demokrat sebelumnya sempat menjalin kesepakatan untuk berkoalisi. Namun, di tengah jalan, keduanya berpisah.
 
Hal itu terungkap setelah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengutarakan hal tersebut lewat cuitannya, Rabu, 8 Agustus 2018. Andi Arief menyebut, Prabowo lebih memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya karena alasan uang.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DMR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>